Berita Malang Raya Hari Ini
Selain Kawal Putusan MK, Mahasiswa di Kota Malang Juga Tuntut Usut Tuntas Kasus Tragedi Kanjuruhan
Selain Kawal Putusan MK, Mahasiswa di Kota Malang Juga Tuntut Usut Tuntas Kasus Tragedi Kanjuruhan
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Demo yang dilakukan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Malang tidak sekadar mengawal putusan MK, tetapi juga menyuarakan kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan yang dinilai tidak memberikan keadilan hukum.
Masa aksi ada yang membawa spanduk bertuliskan 135+, menandakan jumlah korban meninggal dunia Tragedi Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 silam.
Keluarga para korban membentangkan spanduk yang mengingatkan tragedi tersebut.
Masa juga sempat menyanyikan lagu yang menyampaikan pesan tentang Tragedi Stadion Kanjuruhan. Dalam lirik yang mereka nyanyikan, 135 bukan sekadar angka.
Baca juga: BREAKING NEWS - Demo Tolak RUU Pilkada di Kota Malang Memanas, Ada Aksi Bakar-bakar
"Kami menagih janji Jokowi pada 5 Oktober 2020 yang katanya mau menuntaskan kasus ini," pekik seorang ibu di mimbar orasi, Jumat (23/8/2024).
Seruan itu disambut riuh gegap gempita para mahasiswa yang berunjuk rasa.
Ibu-ibu bergantian berorasi dan mengatakan bahwa Presiden Jokowi adalah pembohong.
Pasalnya, kasus hukum Tragedi Stadion Kanjuruhan dinilai tidak membawa keadilan.
"Jokowi pembohong. Selesaikan kasus Kanjuruhan," teriaknya lagi.
Aksi mahasiswa dan masyarakat yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Malang berlangsung cukup lama.
Ribuan mahasiswa memadati jalan depan gedung DPRD sejak siang hingga sore hari.
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika sempat keluar menemui pengunjuk rasa.
Kemudian masuk lagi berdialog dengan keluarga korban Tragedi Stadion Kanjuruhan.
Sampai berita ini dibuat, unjuk rasa masih berlangsung.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.