Berita Viral
Beredar Dugaan Nama Ivan Sugianto di Get Contact Disebut Mafia Surabaya, Ko Ivan Mabes, Ivan Reskrim
Beredar dugaan nama Ivan Sugianto di Get Contact disebut Mafia Surabaya, Ko Ivan Mabes hingga Ivan Reskrim, heran apa pekerjaannya.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Beredar dugaan nama Ivan Sugianto di Get Contact disebut sebagai Mafia Surabaya sampai Ko Ivan Mabes.
Rata-rata nama Ivan Sugianto di dalam aplikasi Get Contact itu dinamai oleh pengguna lain dengan embel-embel Polri, Polda atau Reskrim.
Padahal Ivan Sugianto adalah pengusaha asal Surabaya, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus intimidasi terhadap seorang siswa dari SMA Gloria 2.
Baca juga: Tulisan Surat Anak Ivan Sugianto untuk Ayahnya Menyayat Hati Gara-gara Aku Keluarga Kita Hancur
Aksi arogan Ivan Sugianto memaksa siswa tersebut untuk sujud dan menggonggong seperti anjing membuatnya viral di media sosial.
Sejumlah netizen lantas mengulik soal latar belakang Ivan Sugianto termasuk nomor teleponnya.
Lewat aplikasi Get Contact, pengguna media sosial mengungkap sejumlah nama yang digunakan kerabat untuk menyimpan nomor telepon diduga milik Ivan Sugianto.
Diketahui, GetContact adalah aplikasi yang berfungsi untuk mengidentifikasi nomor telepon yang tidak dikenal dan memblokir panggilan yang dianggap spam.
Aplikasi ini dapat membantu pengguna untuk menghindari penipuan dan kebocoran data pribadi.
Baca juga: Indikasi Ivan Sugianto Terlibat Judi Online Usai Intimidasi Siswa Surabaya Polisi Jangan Blunder
Unggahan pemilik akun TikTok @adityadivaio menyebut, nama kontak Ivan Sugianto mayoritas berkaitan dengan kepolisian.
Contohnya: Ivan Syahrini, Ivan Polres Xl, Ko Ivan Polres, Pak Ivan Polda, Ko Ivan Mabes hingga Ivan Reskrim.
Nama-nama yang tersimpan itu menimbulkan banyak pertanyaan.
"Kerjaan si Ivan apaan kok kenalannya polisi semua?" tulis pemilik akun Alexander Widiyanto melansir Tribunnews.com.
Bahkan, ada juga yang menamai kontak Ivan Sugianto dengan sebutan 'Mafia Surabaya'.
Namun hingga berita ini dihimpun belum terkonfirmasi soal kebenaran nomor telepon milik Ivan Sugianto di unggahan tersebut.
Penjelasan Pengacara Siswa E
Reifon Cristabella, kuasa hukum siswa E korban intimidasi Ivan, mengatakan tindak dugaan intimidasi terhadap kliennya pertama kali terjadi di lingkungan sekolah pada 21 Oktober 2024.
“Tidak ada yang melerai kecuali security dan ayah korban,” kata Bella melansir Kompas.com, Selasa (19/11/24).
Namun ketika dilerai, Ivan tidak memberi izin.
Tak lama setelahnya, EN dipindahkan ke satu ruangan di dalam sekolah.
"Pada saat dipindahkan, sangat disayangkan, kejadian yang saya sebutkan di depan, berlutut dan menggonggong terulang kembali," jelas Bella.
Baca juga: Pakar Psikologi Forensik, Aneh Ivan Sugianto Murka Hanya karena Anak Diledek Mungkin Bullying
Bella juga mengeklaim “tidak pernah terjadi perkelahian antara EN dan anak Ivan Sugianto.
Pihaknya menyebut kedua anak itu baru mengenal dan bertatap muka ketika Ivan Sugianto mendatangi korban dan keluarganya ke sekolah.
Menurut Bella, “tidak pernah ada aksi bullying atau perkelahian”.
“Kami justru mempertanyakan, orang-orang dewasa yang datang itu siapa dan kapasitasnya sebagai apa dan untuk apa datang di situ," tutur Bella.
Pihak sekolah lalu memutuskan melaporkan kejadian itu ke polisi sebab sudah membuat para orang tua siswa merasa resah dan terintimidasi.
Korban dan keluarganya pun disebut sempat trauma dan masih butuh waktu untuk memulihkan diri atas apa yang terjadi.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati juga mengecam tindakan Ivan Sugianto karena dianggap main hakim sendiri dan telah “merendahkan martabat anak”.
Ai Maryati mengingatkan kepada orang tua untuk bisa menahan diri saat menghadapi konflik antar-sesama anak.
“Orang tua itu kan orang dewasa, jadi perilaku yang merendahkan harkat dan martabat anak itu tidak boleh terjadi" kata Ai ketika dihubungi melansir Kompas.com, Selasa (19/11/24).
"Itu yang kami sesalkan. Kami melihatnya sebagai arogansi, dan ada relasi kuasa yang sangat timpang,” lanjutnya.
Baca juga: Alasan Luke Anggota Asosiasi Petinju Ikut Ivan Sugianto Labrak Siswa Surabaya, Pria Berbadan Tegap
Selain itu, Ai juga menegaskan penyelesaian konflik antar-anak semestinya dilakukan secara hati-hati dan mengutamakan kepentingan terbaik anak.
Penyelesaian dengan cara yang dilakukan Ivan, menurut Ai hanya akan membuat anak trauma.
Ai mengatakan, KPAI akan memastikan korban dan keluarganya mendapat pendampingan dan pemulihan.
Untuk diketahui, kasus ini menuai sorotan setelah aksi Ivan Sugianto terekam kamera dan video-nya beredar luas di media sosial.
Tak terima dengan kejadian ini, pihak SMA Gloria 2 Surabaya akhirnya melaporkan Ivan ke Polrestabes Surabaya.
Pihak sekolah enggan mencabut laporan, meski Ivan Sugianto dan keluarga korban sudah sepakat berdamai.
Hingga pada akhirnya, Ivan Sugianto ditetapkan sebagai tersangka perundungan dan ditangkap anggota Polresta Surabaya di Bandara Juanda, Kamis (14/11/2024).
Penangkapan ini terjadi tidak lama setelah status tersangkanya diumumkan.
Bisnis Ivan Sugianto
Ivan Sugianto dikenal sebagai pengusaha toko gadget dan klub malam ternama di Surabaya.
Kasus ini semakin menuai sorotan setelah muncul kabar burung yang menyebut Ivan sebenarnya memiliki beberapa profesi seperti pengacara hingga politikus.
Ivan Sugianto juga dikenal memiliki kedekatan dengan Asosiasi Petinju Indonesia (API) Jawa Timur.
Bahkan, foto Ivan Sugianto bersama sejumlah aparat dan petinggi kepolisian juga beredar luas di media sosial.
Baca juga: Profesi Wandarto Ayah Siswa Surabaya Sabar Hadapi Ivan Sugianto, Bukan Orang Biasa Pengusaha Juga
Setelah ditangkap, Ivan Sugianto menjalani pemeriksaan selama berjam-jam di Gedung Unit PPK dan Jatanras Polrestabes Surabaya.
Ivan Sugianto terlihat mengenakan baju tahanan berwarna oranye saat digiring ke Gedung Anindita.
Dalam proses ini, tangan Ivan Sugianto diborgol dan pria berusia 38 tahun itu berjalan tanpa alas kaki. Sementara wajahnya ditutupi masker.
Saat digiring ke ruang tahanan, Ivan Sugianto disoraki oleh narapidana lain.
Sorakan tersebut meminta Ivan Sugianto untuk bersujud dan menggonggong.
Teriakan napi lain bahkan terdengar hingga ke luar ruang tahanan.
"Ivan Sugianto sujud, sujud, sujud," demikian bunyi sorakan tersebut.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp
nama Ivan Sugianto di Get Contact
Ivan Sugianto di Get Contact
Ivan Sugianto
Get Contact
SMA Gloria 2 Surabaya
Surabaya
suryamalang
siswa Surabaya disuruh sujud dan menggongong
| 'Kita Saling Jaga' VIRAL Anies Basweda Semangati Wanita yang Depresi Sampai 7 Hari Tak Mandi |
|
|---|
| Rekam Jejak Yusuf Rio Bupati Situbondo Viral Video Call LC Janjikan Pekerjaan, Mantan Ketua BEM |
|
|---|
| Hendrik Irawan Kena Teguran BGN, Kini Mitra MBG Minta Maaf dan Akui Salah Soal Konten Joget Rp6 Juta |
|
|---|
| Sosok Pemudik Viral Pulang Kampung Naik Jet Pribadi ke Sulawesi Tenggara, Ini Profil La Ode Safiul |
|
|---|
| VIRAL Pemudik Diberi Kursi Plastik Padahal Bayar Rp 420 Ribu Saat Naik Bus, PO Murni Jaya Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Beredar-Dugaan-Nama-Ivan-Sugianto-di-Get-Contact-Disebut-Mafia-Surabaya-Ko-Ivan-Mabes-Ivan-Reskrim.jpg)