Berita Lamongan Hari Ini

Beli Pertalite di Lamongan Sudah Bisa Pakai QR Code

Daerah yang baru saja melakukan pembelian Pertalite dengan QR Code adalah di Kabupaten Lamongan, Jatim.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Eko Darmoko
IST
Petugas SPBU di Jalan Basuki Rahmat, Lamongan, saat melayani pembeli Pertalite dengan QR Code, Kamis (28/11/2024). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (PPN Jatimbalinus) terus agresif mengenalkan uji coba penggunaan QR Code untuk pembelian BBM jenis Pertalite.

Daerah yang baru saja melakukan pembelian Pertalite dengan QR Code adalah di Kabupaten Lamongan, Jatim.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi, mengatakan, penerapan QRCode ini merupakan inisiatif Pertamina untuk kebutuhan pendataan konsumen yang menikmati subsidi tepat.

Meskipun hingga saat ini belum ada kebijakan pembatasan subdiri dari pemerintah.

“Dengan begitu penyerapan BBM subsidi ini dapat terdata dengan baik dan telah dinikmati oleh siapa saja. Karena namanya subsidi perlu ada pengawasan lintas pihak, termasuk keaktifan masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai pengguna."

"Jadi kami siapkan teknologi digitalnya, tetapi kebijakannya kembali ke pemerintah, tentu dengan perubahan kabinet baru,” kata Ahad, Jumat (29/11/2024).

Di bulan November ini, uji coba penerapan QR Code di Kabupaten Lamongan dan mendapat respon positif dari para konsumen.

Indra, pengguna Pertalite asal Kecamatan Bluluk, mengatakan, penggunaan QR Code akan membantu proses penyaluran BBM bersubsidi.

"Bagus sekali, biar subsidinya tepat sasaran," kata Indra, saat mengisi BBM kendaraannya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Basuki Rahmat Lamongan, Kamis (28/11/2024).

Indra baru membuat QR Code beberapa hari belakangan, setelah uji coba diterapkan.

Dia mengaku sebelumnya tidak terlalu menghiraukan mengenai penggunaan QR Code, karena masih bisa membeli Pertalite.

"Kami harus mengikuti aturan yang berlaku untuk mendukung program pemerintah," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ali Rohman, warga Kecamatan Kedungpring. Menurutnya penggunaan QR Code untuk pembelian Pertalite bagi pengguna kendaraan roda empat merupakan hal yang positif.

"Itu termasuk hal yang baik, karena bisa mencegah hal-hal yang disalah gunakan," ujar Ali.

Dirinya berharap penerapan QR Code untuk pembelian BBM jenis Pertalite bisa meminimalisir terjadinya kelangkaan BBM bersubsidi akibat ukah oknum yang mencari keuntungan pribadi.

"Biar masyarakat yang menggunakan Bbm itu bisa terbagi rata," tambahnya.

Sukeri, koordinator SPBU Jalan Basuki Rahmat Lamongan, mengatakan saat ini masih dijumpai beberapa konsumen yang belum memiliki QR Code.

"Ada, tapi sudah jarang. Rata-rata sekarang sudah punya (QR Code). Paling hanya satu atau dua orang saja yang belum," terang Sukeri.

Untuk membantu masyarakat yang belum memiliki QR Code, Sukeri menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu untuk mendampingi pembuatan QR Code.

"Kalau ada yang belum punya QR Code, kita selalu mengarahkan. Kita juga menyediakan petugas untuk mendampingi pendaftaran QR Code," tambahnya.

Ahad juga menambahkan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati menanggapi terkait banyaknya upaya penipuan mengatasnamakan jasa pendaftaran QR Code Subsidi Tepat Pertalite.

“Pendaftaran QR Code Subsidi Tepat Pertalite gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun."

"Masyarakat dapat mendaftar secara mandiri melalui gawai masing-masing lewat laman web subsiditepat.mypertamina.id atau dapat memanfaatkan jasa layanan konsultasi pendaftaran gratis di seluruh SPBU se-Indonesia,” papar Ahad.

Apabila telah memiliki QR Code juga dihimbau untuk berhati-hati dalam penyimpanannya agar tidak disalahgunakan orang lain.

"Apabila terjadi masyarakat bisa melakukan reset ataupun menelepon Call Center 135,” pungkas Ahad.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved