Kamis, 23 April 2026

Robohnya Vila di Desa Oro-oro Ombo, Pj Wali Kota Batu Soroti Pengembang Perumahan yang Nakal

Robohnya Vila di Desa Oro-oro Ombo, Pj Wali Kota Batu Soroti Pengembang Perumahan yang Nakal

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Manzara Villa di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, roboh Senin (30/12/2024). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Satu keluarga asal Bekasi yang terdiri dari enam orang, harus dilarikan ke rumah sakit pada Senin (30/12/2024) lalu, lantaran mengalami luka-luka usai vila yang mereka sewa di Kota Batu roboh akibat longsor.

Kejadian tersebut terjadi di Manzara Villa yang berada Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu pada Senin malam.

Padahal semula keenam korban berniat menyewa vila itu untuk liburan tahun baru tanggal 30 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

Sayangnya, liburan mereka harus digantikan dengan insiden mencekam.

Vila yang mereka sewa seharga Rp 5 juta mengalami roboh karena hujan dengan intensitas tinggi dan debit air yang meningkat, serta saluran drainase yang tersumbat menyebabkan air menggerus plengsengan vila hingga mengakibatkan bangunan vila roboh.

Dari hasil informasi sementara, penyebabnya karena di bawah perumahan tersebut ada saluran gorong-gorong yang saat kejadian itu saluran gorong-gorong pecah karena tersumbat, sehingga kapasitas debit air mempengaruhi tanah yang ada di sekelilingnya. Sehingga terdapat tekanan dari rumah hingga mengakibatkan longsor.

Terkait hal ini, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai secara tegas memberikan peringatan pada para pengembang nakal agar memperhatikan persyaratan serta izin sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dari kejadian robohnya vila ini tentunya kami berharap semua pengembang lebih memperhatikan kondisi rumah perumahan yang dibangun, yang disesuaikan dengan perizinan yang ada."

"Tentunya kami tidak ingin ada kejadian serupa, di mana kejadian ini tentunya sangat merugikan semua pihak, termasuk wisatawan yang datang dan sektor pariwisata kita,” kata Aries Agung Paewai kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (1/1/2025).

Lebih lanjut Aries menilai kejadian tersebut menjadi hal yang wajib dievaluasi semua pihak khususnya Pemkot Batu dalam hal ini Dinas Perumahan yang memiliki tugas terkait pembangunan perumahan.

“Ini pukulan bagi kita semua. Terpenting harus dipertahatikan sisi-sisi keamanan, kenyamanan, di dalam proses pembangunan perumahan, jadi yang dilihat jangan hanya sisi pemilik tanah perumahan saja, tapi juga terkait lainnya mulai sisi lingkungan."

"Sarana dan prasarana di dalamnya serta terutama tidak menutupi saluran yang memang menjadi bagian dari sarpras pemerintah yang dimiliki,” jelasnya.

Menyoroti masalah pembangunan vila yang berada di atas sarana dan prasarana hingga mengakibatkan insiden longsor, Aries meminta agar Dinas Perumahan lebih tegas dalam hal ini. Sehingga para pengembang nakal tak seenaknya membangun usaha mereka tanpa izin yang sesuai.

“Kalau melihat kondisi vila adalah salah satu sarana prasana yang di bawahnya itu ternyata ada gorong-gorong yang sangat mepet dengan kondisi rumah yang ditempati wisatawan ini."

"Oleh sebab itu kami berharap tidak terjadi lagi dan saya minta pada Dinas Perumahan agar kembali mengecek ke seluruh vila-vila yang ada di Kota Batu terutama perumahan-perumahan yang sudah mengeluarkan izin ataupun proses izinnya masih berlangsung agar dicek kembali,” pungkasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved