Rabu, 3 Juni 2026

Panen Padi Organik Pasuruan

Percobaan 5 Hektar Berhasil, Khofifah Bersama LPPNU Panen Padi Organik Rendah Gula di Pasuruan

Panen padi organik kali ini digelar di Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, Pasuruan , Kamis (9/1/2025).

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa saat memimpin panen padi organik rendah gula di Kejayan, Pasuruan, Kamis (9/1/2024) 

SURYAMALANG.COM , PASURUAN  - Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu Kabupaten yang berhasil mengembangkan padi organik.

Tahun ini, bahkan 5 hektar sawah yang dikembangkan untuk padi organik berhasil panen.

Bahkan, panen raya Padi Sehat Alami Setara Organik ini dihadiri Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Pasuruan terpilih Shobih Asrori, perwakilan PWNU, PCNU Pasuruan dan tamu undangan.

Khofifah, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur juga didampingi Pj Bupati Pasuruan Nurkholis.

Panen ini digelar di Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, Kamis (9/1/2025). Khofifah langsung memimpin panen raya ini.

Usai panen raya, Khofifah mengapresiasi inovasi yang digagas teman - teman LPPNU baik tingkat provinsi ataupun Kabupaten Pasuruan. Saat ini, tren makanan yang sehat memang menjadi kebutuhan dunia.

“Makanan sehat itu yang rendah gula, low carbo, sehingga membuat sehat. Caranya mengurangi pupuk kimia dengan diganti organik agar menghasilkan padi yang lebih sehat, dan ini luar biasa,” katanya.

Disampaikannya, apa yang dilakukan LPPNU ini sangat luar biasa. Bahkan, eksperimen yang dilakukan membuahkan hasil dan bisa panen. Termasuk setelah dilakukan cek lab kandungan gulanya rendah.

“Saya mendukung formula prebiotik yang digunakan teman - teman LPPNU dicek lab lagi agar nantinya bisa mendapat izin edar, BPOM dan sebagainya. Agar apa yang ditemukan ini bisa berkontribusi untuk dunia,” jelasnya

Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, ini adalah komitmen LPPNU Kabupaten Pasuruan dalam mendukung program swasembada pangan nasional dengan pertanian organik

“Ini adalah sebuah inovasi dengan menggunakan pupuk hayati biojos yang lebih tahan lama, tahan penyakit dan tidak disukai hama. Dan tentu hasilnya luar biasa, padi organik yang rendah gula,” urainya.

Menurutnya, dalam perkembangan sekarang, ancaman penyakit gagal ginjal sangat mengangam sekali. Maka, LPPNU bergerak mencari terobosan dengan memproduksi padi yang rendah gula dan aman konsumsi.

“Tahun ini sebagai langkah ujicoba, kami terapkan di 5 hektar sawah, allhamdulilah semuanya berhasil panen dan setelah uji lab semuanya rendah gula. Mudah - mudahan bisa segera dapat izin biar bisa dijual,” tutupnya. (lih)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved