Jumat, 8 Mei 2026

Kayutangan Malang

Pedestrian Koridor Kayutangan akan Lebih Luas, IAI Cabang Malang : Mindset Bukan Lagi Jalan Utama

IAI Cabang Malang usulkan perubahan mindset Kayutangan yang identik dengan jalan utama, menjadi Kayutangan sebagai jalan destinasi wisata Kota Malang

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
PEDESTRIAN NYAMAN KAYUTANGAN - Kondisi pedestarian di Kayutangan yang banyak digunakan oleh para pejalan kaki, Jumat (21/2/2025).Penataan koridor di Kayutangan semakin dimatangkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Pedestrian akan disesuaikan agar pejalan kaki bisa lebih leluasa berwisata di Kayutangan. Saat ini, kondisinya dinilai terlalu sempit bagi pejalan kaki. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Penataan koridor di Kayutangan semakin dimatangkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Pedestrian akan disesuaikan agar pejalan kaki bisa lebih leluasa berwisata di Kayutangan.

Saat ini, kondisinya dinilai terlalu sempit bagi pejalan kaki.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi mengatakan langkah ini diupayakan untuk menghadirkan ruang terbuka yang lebih luas, sehingga bisa memberikan kesan kenyamanan bagi wisatawan.

Baihaqi menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menerima desain pengembangan Kayutangan dari Ikatakan Arsitek Indonesia (IAI) beberapa waktu lalu.

"Jadi ruang terbuka di Kayutangan diperluas sehingga lebih nyaman, tempat parkir tidak di situ supaya pengunjung bisa lebih nyaman menikmati sepanjang kawasan Kayutangan," kata Baihaqi.

Dalam desain itu salah satu yang ditampilkan adalah gambar rancangan penataan koridor di Kayutangan Heritage.

Tujuannya memperindah pemandangan Kayutangan. Baihaqi memprediksi, Kayutangan bisa tampil lebih cantik dan tertata

"Sehingga memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan dan ke depannya bisa semakin banyak menarik minat kunjungan wisata ke Kota Malang," katanya, Jumat (21/2/2025).

Berdasarkan data dari Disporapar Kota Malang, sepanjang 2024 kunjungan ke Kayutangan Heritage total mencapai 773.393 wisatawan.

Jumlah itu terdiri dari 488.429 kunjungan wisatawan ke area koridor dan 284.964 lainnya berkunjung ke kawasan Kampoeng Haritage Kajoetangan.

Kendati demikian, dia menyebut bahwa pengembangan kawasan Kayutangan atau pada sisi koridor lokasi tersebut masih tak dilaksanakan pada 2025.

Pihaknya juga harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Malang, Ar Armudya Indra Permana mengatakan pihaknya telah membuatkan desain awal koridor Kayutangan Heritage.

Ia menjelaskan bahwa desain yang dibuat itu merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Satuan Kerja Pengabdian Profesi IAI Cabang Malang.

Desain awal telah diajukan kepada Pemkot Malang.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan koordinasi sesuai dengan petunjuk dari Pemkot Malang

“Tentunya ini melalui diskusi-diskusi dengan stakeholder, seperti dinas terkait hingga Wali Kota Malang yang baru,” kata Indra. 

Indra menjelaskan, konsep desain ini bakal mengganti mindset Koridor Kayutangan Heritage.

Karena selama ini mindset koridor Kayutangan Heritage identik dengan jalan utama menjadi destinasi wisata Kota Malang

“Untuk konsep besarnya, kami mengusulkan perubahan mindset Kayutangan yang identik dengan jalan utama, menjadi Kayutangan sebagai jalan destinasi wisata Kota Malang,” beber Indra. 

Rencananya, akan ada pelebaran pada pedestrian koridor Kayutangan Heritage. Pelebaran akan diratakan menjadi 6 meter kanan dan kiri jalan.

Saat pedestrian dilebarkan, maka disitu akan diisi berbagai macam ornamen, sehingga memberi kenyamanan pengunjung. 

“Jalan utamanya itu jadi 12 meter saja. Sekarang itu tidak rata lebarnya ada yang 4 meter ada yang 6 meter. Kami usahakan semaksimalnya untuk pelebaran,” imbuh Indra. 

IAI Malang pun bakal mendesain lampu di Koridor Kayutangan Heritage itu dengan konsep Belanda atau kolonial. Hal ini dilakukan agar Kayutangan Heritage itu ada identitas Malang. (Benni Indo)

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved