Selasa, 5 Mei 2026

Diduga Akibat Hujan Deras, Plengsengan Bangunan Politeknik Negeri Malang Ambrol

plengsengan bangunan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang berada di Jalan Terusan Kembang Turi, Kecamatan Lowokwaru, ambrol.

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
IST
PLENGSENGAN AMBROL - Plengsengan bangunan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang berada di Jalan Terusan Kembang Turi Kecamatan Lowokwaru Kota Malang ambrol, Kamis (27/2/2025). Diduga, plengsengan itu ambrol karena dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Hujan lebat terjadi di seluruh wilayah Kota Malang pada Kamis (27/2/2025) siang. Diketahui, hujan terjadi mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Diduga akibat dari hujan yang berlangsung selama 3 jam tersebut, membuat plengsengan bangunan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang berada di Jalan Terusan Kembang Turi, Kecamatan Lowokwaru, ambrol.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, plengsengan yang ambrol itu berada di area Jurusan Teknik Mesin dan kejadiannya terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dan saat ini, sedang dilakukan pembersihan di lokasi karena plengsengan yang ambrol telah menutup akses jalan.

"Tim kami sudah di lokasi. Dan saat ini, masih dilakukan proses asesmen dulu," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Dirinya masih belum mengetahui secara pasti, penyebab ambrolnya plengsengan tersebut. Dan saat ini masih sedang diselidiki.

"Dugaannya, mungkin karena konstruksinya kurang kuat atau ada pergerakan tanah. Sehingga membuat konstruksi plengsengan jebol dan ambrol," jelasnya.

Karena plengsengan yang ambrol itu berada di area kampus, maka pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak kampus.

"Saat ini, kami masih melakukan asesmen dan pendataan. Biar tahu ini siapa yang menangani, karena dari kami hanya membantu saja," terangnya. 

Selain itu, hujan deras juga membuat kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) banjir. Yaitu, terjadi di depan Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) dan dekat jembatan Suhat sisi timur.

Diduga, banjir di kawasan Suhat tersebut karena saluran drainase yang kurang berjalan maksimal. Sehingga, air tidak terserap maksimal oleh drainase.

"Kemungkinan, karena saluran drainasenya. Sehingga, aliran air hujan meluber hingga menggenangi jalan, dan itu penanganannya oleh PUPR," pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved