Bulog Malang Distribusikan Beras Komersial untuk Jaga Stabilitas Pasokan Pangan

Bulog Sub Divre Malang menggelontor beras medium komersial dalam operasi pasar untuk menjaga stabilitas pasokan pangan selama Ramadan 2025.

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
STOK BERAS - Kepala Bulog Sub Divre Malang, M Nurjuliansyah Rachman menjelaskan, ada stok beras 6.000 ton di gudang yang berada di Gadang, Kota Malang, Rabu (5/3/2025). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bulog Sub Divre Malang menggelontor beras medium komersial dalam operasi pasar untuk menjaga stabilitas pasokan pangan selama Ramadan 2025.

Harga beras komersial itu sama seperti harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepala Bulog Sub Divre Malang, M Nurjuliansyah Rachman menjelaskan, ada stok 6.000 ton di gudang yang berada di Gadang, Kota Malang.

Harga beras medium komersial dipatok Rp 62.500 per kemasan 5 Kg. Harga itu setara dengan harga beras SPHP.

Nurjuliansyah menerangkan, penyaluran beras medium komersial itu sudah mencapai 3 ton sejauh ini.

Penyaluran beras di arahkan ke berbagai pasar tradisional. Bulog juga tengah menunggu menunggu kepastian izin dibukanya kembali distribusi SPHP oleh Badan Pangan Nasional.

Penyaluran beras SPHP Bulog dihentikan oleh Badan Pangan Nasional sejak 7 Februari 2025.

"Saya baru dapat info, mungkin dalam minggu ini penyaluran SPHP akan dibuka lagi karena di wilayah 2 dan 3 sudah dibuka. Sekarang masih dalam kajian oleh divisi hukum di Bapanas," katanya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (5/3/2025).

Selain beras, Bulog Malang juga menjual gula dan minyak goreng. Stok gula di gudang ada sekitar 50 ton. Saat ini, posisi stok beras cadangan pemerintah di gudang Bulog Malang sebanyak 27.233 ton.

Beras sebanyak itu mencukupi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran di wilayah kerja Bulog Malang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Termasuk Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.

Wiwik, pedagang di Toko Edelwes Pasar Blimbing, Kota Malang, menyatakan harga beras mengalami kenaikan secara beruntun dalam beberapa hari ini. Harga beras naik empat kali, setiap kenaikan nilainya Rp 200 per Kg.

Wiwik mengatakan, kenaikan harga sering terjadi jelang Ramadan. Kenaikan kali ini dinilai wajar. Saat ini, beras medium dijual eceran Rp 15.000 per Kg, adapun beras kemasan 5 Kg dijual Rp 73.000. Harga itu melebihi HET sesuai ketentuan semestinya Rp 12.500 per Kg.

Kendati harga beras naik, harga telur ayam turun yang semula Rp 29.000 per Kg menjadi Rp 28.000 per Kg. Harga gula pasir Rp 16.500 per Kg, minyak goreng Rp17.000 per liter sampai Rp 21.000 per liter.

Di tempat terpisah, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyatakan komoditas pangan yang perlu diawasi di antaranya beras, cabai, telur ayam ras, minyakita, bawang putih dan bawang merah.

"TPID Kota Malang segera melaporkan hasil sidak pasar dan pemantauan stabilitas dan keterjangkauan harga, maupun ketersediaan bahan pokok," ujar Wahyu.

Dalam upaya menjaga stabilisasi harga pangan, Pemkot Malang akan mengaktifkan lagi Warung Tekan Inflasi. Warung itu dibuka sesuai permintaan pedagang.

"Kami sediakan tempat di Pasar Blimbing dan Dinoyo. Di sana nanti menjual beras, minyak goreng, gula," pungkasnya. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved