Selasa, 21 April 2026

Ramadhan 2025

Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan 2025 Mulai Hari ke 21 Tanggal Berapa? Bacaan Latin dan Artinya

Doa 10 hari terakhir Ramadhan 2025 mulai hari ke 21 dimulai Maret tanggal berapa? simak bacaan latin beserta artinya

|
Canva.com
DOA RAMADHAN 2025 - Gerakan berdoa menghadap langit menengadahkan tangan, mengangkat kedua tangan ke atas untuk ilustrasi artikel doa 10 hari terakhir Ramadhan 2025 mulai hari ke 21 dimulai Maret tanggal berapa, dibuat dengan canva.com, Rabu (19/3/2025). 

SURYAMALANG.COM, - Berikut doa 10 hari terakhir Ramadhan 2025 yang terhitung mulai hari ke 21 Ramadhan atau tahun ini dimulai sejak Kamis malam, 20 Maret 2025 (malam ganjil).

Rasulullah SAW bersabda di salah satu malam 10 hari terakhir Ramadan akan datang Malam Lailatul Qadar malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.

Pada malam tersebut Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa yang telah dilakukan manusia.

Oleh karenanya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan amalan di 10 hari terakhir untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW bersabda, “Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil dari 10 terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari).

Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca selama 10 malam terakhir adalah doa malam Lailatul Qadar.

  اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku.

Tanggal berapa 10 Malam Terakhir Ramadhan 2025?

Merujuk hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Sehingga tanggal jatuhnya 10 hari terakhir Ramadhan 1446 H akan berlangsung mulai tanggal 21 hingga 30 Maret 2025.

Merujuk pada hal tersebut, maka 10 malam terakhir Ramadhan 1446 H akan dimulai setelah maghrib dari hari sebelumnya, yaitu:

Malam 21 Ramadhan 1446 H: Kamis malam, 20 Maret 2025 (malam ganjil)

Malam 22 Ramadhan 1446 H: Jumat malam, 21 Maret 2025

Malam 23 Ramadhan 1446 H: Sabtu malam, 22 Maret 2025 (malam ganjil)

Malam 24 Ramadhan 1446 H: Minggu malam, 23 Maret 2025

Malam 25 Ramadhan 1446 H: Senin malam, 24 Maret 2025 (malam ganjil)

Malam 26 Ramadhan 1446 H: Selasa malam, 25 Maret 2025

Malam 27 Ramadhan 1446 H: Rabu malam, 26 Maret 2025 (malam ganjil)

Malam 28 Ramadhan 1446 H: Kamis malam, 27 Maret 2025

Malam 29 Ramadhan 1446 H: Jumat malam, 28 Maret 2025 (malam ganjil)

Malam 30 Ramadhan 1446 H: Sabtu malam, 29 Maret 2025

3 Peristiwa Bersejarah yang Terjadi pada Ramadhan

Melansir mui.or.id, setidaknya terdapat tiga peristiwa besar pada Ramadhan yang tercatat dalam sejarah.

Ketiga peristiwa tersebut yakni perang Badar, Fathu Makkah, dan Lailatul Qadar.

1. Perang Badar

Perang Badar merupakan pertempuran pertama kaum Muslim dalam sejarah. Peperangan ini terjadi pada 624 M atau pada tahun kedua Hijrah.

Dalam Perang Badar, kaum Muslimin yang berjumlah 313 orang berhadapan dengan kaum Quraisy yang jumlahnya 1.300 orang.

Kendati jumlah pasukan Quraisy empat kali lipat jumlah pasukan Muslim, akan tetapi atas izin Allah SWT perang Badar dimenangkan pasukan Muslim.

Peristiwa ini menjadi catatan pertama kemenangan umat Islam melawan kaum kafir dalam peperangan.

Kemenangan yang diraih kaum Muslim, disebabkan bala bantuan yang Allah SWT datangkan.

Allah SWT mengutus seribu malaikat untuk turun membantu kaum Muslim dalam medan pertempuran. Peristiwa ini dikisahkan dalam surat Al Anfal ayat 9:

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْممَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ

“(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Melalui Perang Badar, Allah SWT membuktikan kasih sayang dan pertolongan-Nya kepada kaum Muslim.

Sebab, apabila dinalar dengan akal, tidak mungkin pasukan Muslim yang berjumlah 313 orang menang melawan seribu lebih pasukan.

Demikianlah peristiwa besar ini dimenangkan kaum Muslim berkat pertolongan Allah SWT.

2. Fathu Makkah

Fathu Makkah atau pembebasan Makkah terjadi sebab pelanggaran yang dilakukan kaum Quraisy Makkah terhadap kesepakatan dalam perjanjian Hudaibiyah.

Peristiwa ini terjadi pada tahun kedelapan Hijriyah yang dilatarbelakangi pembunuhan yang dilakukan koalisi kaum Quraisy yakni Kabilah Bani Bakr, kepada seseorang dari Kabilah Khuza’ah yang berkoalisi dengan kubu Rasulullah SAW.

Setelah melakukan diplomasi dengan para pembesar Makkah dan serangkaian strategi merespons pelanggaran tersebut, Rasulullah memasuki kota Makkah bersama 10 ribu pasukan pada 20 Ramadhan 8 H atau 11 Januari 630 M.

Kedatangan Rasulullah SAW ini untuk menagih komitmen perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati.

Dalam salah satu riwayat hadits disebutkan Rasulullah membaca surat Al Fath berulang kali ketika peristiwa Fathu Makkah.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ قَالَ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ سُورَةَ الْفَتْحِ فَرَجَّعَ فِيهَا قَالَ مُعَاوِيَةُ لَوْ شِئْتُ أَنْ أَحْكِيَ لَكُمْ قِرَاءَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَفَعَلْتُ

“Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Qurrah dari Abdullah bin Mughaffal dia berkata, pada waktu Fathu Makkah, Nabi ﷺ membaca surat Al Fath, dan beliau mengulang-ngulangnya. Muawiyah berkata, “Jika aku ingin menceritakan kepada kalian bacaan Nabi ﷺ, tentu akan aku ceritakan.”

3. Lailatul Qadar

Dalam Tafsir al-Misbah, Prof Quraish Shihab menjelaskah bahwa Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah SWT menurunkan Alquran.

Malam tersebut menjadi mulia bukan saja karena waktu diturunkannya Al Quran, melainkan malam itu sendiri memiliki kemulian, yang kemudian kemuliaannya bertambah dengan turunnya Alquran.

Allah SWT secara khusus mengabadikan peristiwa Lailatul Qadar menjadi nama salah satu surat Alquran yaitu surat Al Qadr yang berjumlah 5 ayat, firman-Nya:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ. نَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّههِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ . سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al Qadr ayat 1-5).

Pada 10 hari terakhir Ramadhan, banyak umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar dengan cara memperbanyak ibadah bahkan melakukan itikaf di masjid.

Bagi mereka yang belum bisa melakukan itikaf, umumnya memaksimalkan ibadah di rumah masing-masing.

Demikianlah penjelasan terkait tiga peristiwa besar pada Ramadhan dalam sejarah Islam.

Ramadhan yang dirindukan umat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi waktu untuk melatih diri untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Oleh karena itu, dengan kemuliaan tersebut mari hidupkan malam Ramadhan dengan memaksimalkan kualitas dan kuantitas ibadah. Wallahu’alam.

(Kompas.com/MUI)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved