Berita Arema Hari Ini

Berita Arema FC Hari Ini Populer: Manajer Jadi Tersangka Rokok Ilegal, Calon Lawan Diterpa Masalah

Satu yang menjadi sorotan berita Arema soal manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas jadi tersangka dalam kasus dugaan produksi rokok ilegal.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Instagram @aremafcofficial
BERITA AREMA FC - Potret Wiebie Dwi manajer Arema FC (KIRI) yang menjadi tersangka kasus rokok ilegal dan Potret Julian Guevara (KANAN) saat bermain melawan Persik Kediri. 

SURYAMALANG.COM - Berikut berita Arema FC hari ini populer Jumat 16 Mei 2025 yang mengulas tentang pemain dan pelatih Singo Edan. 

Satu yang menjadi sorotan berita Arema soal manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas jadi tersangka dalam kasus dugaan produksi rokok ilegal.

Selain itu, berita Arema hari ini juga membahas soal calon lawan Arema FC kini sedang diterpa masalah internal dan baru saja kalah di kandang sendiri. 

 Simak liputan selengkapnya terkait berita Arema hari ini selengkapnya:

1. Manajer Jadi Tersangka Rokok Ilegal

Bea Cukai Malang membenarkan terkait manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan produksi rokok ilegal.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Dwi Prasetyo Rini.

Namun, pihaknya menegaskan, penangkapan maupun penanganan perkaranya ditangani langsung oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pusat di Jakarta.

MANAJER AREMA TERSANGKA - Manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas (KANAN) saat memberi klarifikasi dengan menyatakan dirinya tidak melaporkan peristiwa penyerangan bus yang ditumpangi tim Arema FC pasca-laga melawan PSS Sleman ke PT LIB. Wiebie (KIRI) saat mendampingi pelatih Arema FC, Fernando Valente dalam konferensi pers. Kini Wiebie tersangkut kasus rokok ilegal, cek latar belakangnya.
MANAJER AREMA TERSANGKA - Manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas (KANAN) saat memberi klarifikasi dengan menyatakan dirinya tidak melaporkan peristiwa penyerangan bus yang ditumpangi tim Arema FC pasca-laga melawan PSS Sleman ke PT LIB. Wiebie (KIRI) saat mendampingi pelatih Arema FC, Fernando Valente dalam konferensi pers. Kini Wiebie tersangkut kasus rokok ilegal, cek latar belakangnya. (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar/Instagram/@aremafcofficial)

"Memang sejak awal, baik pengungkapan dan penanganannya, semua dilakukan oleh Bea Cukai pusat dan kami dari Bea Cukai Malang tidak menangani."

"Dan kami telah melakukan konfirmasi ke Bea Cukai pusat, bahwa benar yang bersangkutan (Wiebie Dwi Andriyas) telah ditetapkan sebagai tersangka kaitannya dengan kasus rokok ilegal," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (15/5/2025).

Dirinya juga menjelaskan, bahwa kasus rokok ilegal yang menjerat tersangka Wiebie tersebut, statusnya telah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

"Kami konfirmasi juga ke Bea Cukai pusat terkait progres penanganan perkaranya. Dan saat ini, kasusnya sedang dalam proses penyidikan," terangnya.

Saat disinggung terkait sejak kapan Wiebie ditetapkan sebagai tersangka teRmasuk kronologi perkaranya, pihaknya menegaskan bahwa wewenang yang menjawab adalah penyidik Bea Cukai pusat.

"Terkait mulai kapan ditetapkan tersangka termasuk kronologi serta update penyidikannya, kami tidak tahu karena bukan kami yang menangani."

"Itu  wewenang dari penyidik Bea Cukai pusat yang bisa menjawab," pungkasnya.

2.  Calon Lawan Diterpa Masalah

Nasib calon lawan Arema FC kini sedang diterpa masalah internal dan baru saja kalah di kandang sendiri. 

Calon lawan Arema FC itu adalah PSBS Biak yang ditinggal oleh Eveline Sanita Injaya mundur dari jabatannya sebagai Presiden Direktur.

Di tengah situasi tersebut, PSBS Biak baru saja kalah di kandang sendiri saat melawan Persis Solo dengan skor 0-2 pada laga pekan ke-32 Liga 1 2024-2025 di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (11/5/2025) sore.

Berikutnya, pekan ke-33 hari Minggu (18/5/2025), PSBS Biak akan kembali menjadi tuan rumah menjamu Arema FC di Stadion Lukas Enembe kick off pukul 13:30 WIB.

Fokus Lawan Arema FC

Pelatih kepala PSBS Biak, Marcos Guillermo Samso, mengakui performa timnya belum maksimal dan menegaskan akan melakukan perbaikan sebelum menghadapi laga selanjutnya melawan Arema.

“Kami kalah di kandang, ini sangat disayangkan. Setelah ini, kami akan benahi semua aspek, terutama koordinasi dan akurasi dalam penyelesaian akhir,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan, Minggu (11/5/2025).

Marcos menilai para pemain telah bekerja keras, namun kurang akurat dalam menyelesaikan peluang.

Ia juga menyoroti penampilan Williams Lugo yang dianggap sebagai pemain kunci, namun belum mampu memberikan kontribusi maksimal.

“Lugo adalah pemain penting bagi kami. Tapi hari ini  dia tidak main karena akumulasi kartu dan bisa jadi karena itu tapi tim kurang akurat dan itu membuat hasilnya seperti ini,” tambahnya.

Menjelang laga melawan Arema, pelatih asal Argentina itu menyatakan timnya akan fokus pada persiapan yang lebih matang, mengingat posisi klasemen yang semakin ketat.

Salah satu pemain PSBS Biak, Takuya Matsunaga, juga menyampaikan rasa kecewa atas hasil pertandingan.

“Tim kecewa, kami sedih dengan kekalahan ini. Tapi sekarang bukan saatnya larut dalam kekecewaan. Kami harus fokus untuk membenahi diri menghadapi laga berikutnya,” pungkas Takuya. 

Presiden Direktur Mundur

Presiden Direktur PSBS Biak, Eveline Sanita Injaya mundur dari jabatannya setelah bergabung bersama klub asal Papua itu pada pertengahan musim Liga 1 2024-2025 lalu. 

Di awal perjalanannya, Eveline sangat menikmati perannya yang membantu PSBS Biak hingga sukses seperti saat ini.

Sejak Eveline datang, PSBS Biak meraih lima kemenangan, tujuh imbang, dan tiga kekalahan.

Tim berjulukkan Badai Pasifik itu kini bertengger di posisi ketujuh klasemen sementara Liga 1 2024/2025. 

Suatu prestasi yang sangat luar biasa bagi PSBS Biak, sebab termasuk klub baru yang promosi ke Liga 1 2024-2025 usai menjuarai Liga 2 2023-2024.

PSBS Biak kini menyisahkan dua pertandingan lagi melawan Arema FC dan Dewa United.

Tim yang suporternya bernama Napi Bongkar itu akan berusaha keras agar tetap berada di papan atas pada klasemen akhir Liga 1 2024/2025.

"Untuk saya, ini menjadi suatu pencapaian yang luar biasa. Kami sempat terseok-seok di awal putaran kedua Liga 1 2024/2025. Tapi ternyata kami bisa bangkit dan sekarang duduk di posisi keenam. Ini apresiasi yang sangat besar untuk manajemen tim, ofisial, dan pemain," kata Eveline, Rabu (14/5/2025).

Eveline melihat ada tekad yang sangat luar biasa dari para pemain PSBS Biak baik di dalam latihan dan pertandingan.

Namun, kesuksesan PSBS Biak saat ini ternyata berbanding terbalik dengan suasana di dalam manajemen tim tersebut.

Wanita yang hobi olahraga jetski itu merasakan adanya kegaduhan di internal manajemen PSBS Biak.

Sebagai petinggi klub, Eveline sudah tidak tahan melihatnya lagi.

"Belakangan ini terjadi sedikit kegaduhan di internal manajemen. Mungkin lebih ketidakcocokan dalam manajemen saja. Saya merasa di dalam PSBS Biak ini seperti ada dua manajemen. Jadi bentrok terus," kata Eveline.

Eveline akhirnya mengambil keputusan untuk mundur dari jabatannya saat ini selepas Liga 1 2024/2025 berakhir.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Eveline akan menyelesaikan tugasnya di sisa dua pertandingan lagi.

Keputusan itu sudah bulat karena Eveline merasa tidak nyaman bekerja di dalam manajemen PSBS Biak. Setiap langkah dan keputusan yang mau diambilnya, selalu diintervensi.

"Saya tidak leluasa mengambil keputusan. Banyak intervensi juga. Mungkin masalah terbesarnya ya ada di dana. Saya sebagai Presiden Direktur PSBS Biak tidak bisa menjalankan kewajiban saya sepenuhnya," kata Eveline.

"Ini tidak membuat saya nyaman untuk bekerja. Saya sebagai salah satu petinggi di klub ini tidak bisa mengambil keputusan sesuai yang saya inginkan” ujarnya. 

Eveline cerita, pemilik saham mayoritas di PSBS Biak sempat menyetop sumber dana operasional tim karena permasalahan di internal manajemen.

Menurut Eveline, ini yang membuat kondisi di internal manajemen PSBS Biak berantakan.

"Dalam tiga bulan terakhir, pemegang saham menarik diri untuk menyetop dukungan kepada kami karena kegaduhan itu. Dan selama tiga bulan itu ada permasalahan tunggakan gaji dan hutang ke beberapa vendor. Ini yang membuat saya tidak nyaman menjalani profesi sebagai Presiden Direktur PSBS Biak," kata Eveline.

Melihat suasana di dalam manajemen tim semakin kacau, Eveline memohon kepada pemilik saham untuk masuk lagi membantu PSBS Biak.

Eveline tidak mau marwah sepak bola di Papua jelek karena adanya isu keterlambatan gaji.

"Pemain-pemain juga sudah banyak yang memberikan komplain langsung kepada saya karena telat gaji, bonus, dan lain-lain. Setelah pemegang saham itu masuk lagi, baru sekarang kami bisa menyelesaikan dua laga terakhir di musim ini," kata Eveline.

Eveline mengatakan suasana yang tidak nyaman di dalam manajemen membuat ada usulan dari seseorang untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PSBS Biak.

RUPS itu semula ingin digelar di Biak pada Rabu (14/5/2025). Eveline dan pemilik saham mayoritas sudah hadir di Biak.

Namun, tiba-tiba ada satu hal yang membuat RUPS itu batal digelar. Eveline sangat menyayangkan itu.

Sebab, dengan RUPS ini akan terlihat masa depan PSBS Biak ke depan yang masih bertahan di kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia

“Semula kami dari manajemen sepakat untuk melakukan RUPS pada 14 Mei 2025 di Biak. Tanggal tersebut sudah ditentukan oleh salah satu pemegang saham minoritas. Tapi saat H-2, orang tersebut memutuskan untuk membatalkan RUPS. Hal ini yang membuat saya semakin tidak nyaman berada.”

“Bagi saya PSBS adalah tim penting. Kami seperti keluarga dengan para pemain dan pelatih. Kami memikirkan masa depan tim ini seperti apa untuk ke depan setelah bertahan di Liga 1,” kata Eveline.

Di balik kegaduhan ini, Eveline sangat bangga dengan kinerja pemain tim pelatih dari PSBS Biak.

Fabiano Beltrame dkk tetap profesional menjalankan tugasnya demi membawa PSBS Biak berprestasi.

"Saya sangat bangga dengan pemain walaupun ada kegaduhan ini. Sebagai tanggung jawab, saya akan tetap bersama tim hingga akhir musim. Mari berjuang bersama-sama," tutup ibu dari tiga anak itu.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved