Senin, 4 Mei 2026

Kondisi Bocah 10 Tahun Diduga Kena Bakar Teman Main, Ditangani 4 Dokter Spesialis Hindarkan Cacat

Kondisi terbaru, luka pasien sudah mulai relatif mengering, namun masih perlu dilakukan pembersihan kembali di ruang OK.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Izi Hartono
FOTO DOK. BOCAH DIBAKAR - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat mengunjungi bocah korban yang dibakar teman sendiri saat dirawat di ruang wilis RSU Abdoer Rachem Situbondo 

SURYAMALANG.COM , SITUBONDO - Pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Abdoer Rachem Situbondo, melibatkan empat dokter spesialis untuk menangani bocah 10 tahun yang diduga kena bakar termanya sendiri.

Pernyataan ini diungkapkan Direktur RSU Abdoer Rachem Situbondo, dr Roekmy Prabarini Ario.

Baca juga: Kondisi Bocah 10 Tahun Diduga Dibakar Temannya, Bupati Situbondo Rio Tanggung Biaya Pengobatanya

Menurutnya, sejumlah dokter yang dilibatkan dalam menangani kondisi pasien itu, yakni dokter spesialis bedah, anastesi, mata dan dokter spesialis kulit.

"Jadi ada empat dokter spesialis yang terlibat dalam perawaratannya," ujarnya.

dr Roekmy menjelaskan, kondisi pasien mengalami luka bakar, namun greatnya tidak terlalu dalam.

"Semuga saja nanti lebih baik hasilnya, seba jika luka dalam penyembuhan kan lebih sulit," katanya.

Dikatakan, luka pasien sudah mulai relatif mengering, namun masih perlu dilakukan pembersihan kembali di ruang OK.

"Ya harapannya bisa tertangani lebih baik, karena beberapa dokter ikut merawat," ucapnya.

Saat ditanya adanya kemungkinan kecacatan, dr Roekmy mengatakan, berharap tidak sampai terjadi, karena tim dokter spesialis masih akan melakukan pemeriksaan.

"Semuga tidak, tapi jika ada trauma biasanya mata cenderung reflek memecamkan mata, sehingga tidak melukainya. Nanti kita tindak lanjuti hasil pemeriksaan dokter mata," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan mengatakan, pihak penyidik telah meminta keterangan korban dan masih berkoordinasi dengan petugas dari Kementrian Sosial.

"Artinya ini masih proses pemeriksaan, namun yang perlu kita garis bawahi dan sekaligus meluruskan adanya opini dan   pemberitaan bahwa korban itu dianiaya, dibuli atau sengaja dibakar itu masih.kita dalami," kata perwira berpangkat dua melati ini. (Surya/izi)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved