Berita Arema Hari Ini

Masalah Bertubi Skuat Arema FC, Usai Pelemparan Batu ke Bus Kini Manajer Jadi Tersangka Rokok Ilegal

Usai kasus pelemparan batu ke bus Persik Kediri, kini muncul masalah baru di Arema FC. Manajer Arema FC jadi tersangka kasus rokok ilegal.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Instagram @aremafcofficial @wiebie_andriyas76
MASALAH - Potret manajer Arema FC, Wiebie Andriyas (KANAN). Selain soal Pelemparan Bus, Arema FC Hadapi Masalah Manajer Tim Jadi Tersangka Kasus Rokok Ilegal 

SURYAMALANG.COM - Masalah bertubi-tubi tengah menghantam skuat Arema FC  beberapa waktu terakhir pada gelaran Liga 1 2024/2025.

Usai kasus pelemparan batu ke bus Persik Kediri, kini muncul masalah dari dalam manajerial Arema FC

Seperti yang diketahui, Arema FC kembali mendapat citra buruk di sepak bola Indonesia.

Kembalinya ke Stadion Kanjuruhan justru ditandai dengan kasus pelemparan batu ke bus Persik Kediri.

Selain kasus itu, Kabar terbaru, Manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas ternyata sedang menghadapi kasus dugaan produksi rokok ilegal.

Bahkan status Wiebie Dwi Andriyas saat ini telah menjadi tersangka.

Kasus ini pun telah ditangani oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pusat yang ada di Jakarta.

Menanggapi kabar tersebut, manajemen Arema FC merasa prihatin atas permasalahan hukum yang menimpa Wiebie.

Baca juga: Curhat Pentolan Suporter Persebaya Perusakan Bus Persik Kediri, Ironi Arema FC Semua Terdampak

"Kami prihatin dan kami percaya sepenuhnya kalau Bapak Wiebie akan menunjukkan sikap yang kooperatif dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan ini," ucap General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.

Inal mengatakan, bahwa kabar yang sedang dihadapi Wiebie sama sekali tidak berkaitan dengan aktivitas yang bersangkutan di dalam tim Arema FC

Dia mengungkapkan, sejak putaran kedua Liga 1 dimulai, Wiebie sudah izin untuk tidak begitu aktif lagi mendampingi tim.

Wiebie telah menyampaikan adanya keperluan untuk fokus pada kegiatan bisnis pribadinya.

Saat ini Arema FC memberikan keleluasaan kepada Wiebie agar dapat memiliki waktu lebih dan fokus untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi.

"Keputusan ini kami ambil sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat sepenuhnya berkonsentrasi dalam menyelesaikan situasi ini,"

"Kami memiliki keyakinan kalau beliau akan memberikan kerja sama yang baik kepada pihak-pihak yang berwenang," ujarnya.

Inal meyakini bahwa situasi ini tidak akan mengganggu kinerja tim Singo Edan secara keseluruhan. 

Apalagi Arema FC masih menyisakan dua pertandingan lagi sebelum menutup kompetisi Liga 1 musim ini.

"Untuk saat ini semangat dan fokus tim Arema FC akan masih terjaga dalam mengarungi sisa kompetisi,"

"Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik," tandasnya.

Pelaku Pelemparan Batu Bus Persik Pasca Lawan Arema FC Diduga Masih Anak Kecil

Kasus pelemparan batu ke bus Persik Kediri pasca bertandang melawan Arema FC di pekan ke-32 Liga 1 2024 lalu diduga sudah menemukan pelakunya.

Persik Kediri sempat bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Minggu (11/5) sore pukul 15.30 WIB.

Pada laga tersebut, Persik Kediri berhasil menang 3-0 atas Arema FC.

PECAH: Kondisi bus yang ditumpangi tim Persik Kediri usai dilempar batu pascapertadingan melawan Arema FC, kemarin Minggu (11/5/2025). Polisi periksa tiga orang saksi untuk menemukan oknum pelempar batu.
PECAH: Kondisi bus yang ditumpangi tim Persik Kediri usai dilempar batu pascapertadingan melawan Arema FC, kemarin Minggu (11/5/2025). Polisi periksa tiga orang saksi untuk menemukan oknum pelempar batu. (SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA)

Namun, Persik Kediri sempat mendapat lemparan batu yang mengarah ke bus Macan Putih dan memecahkan kaca yang membuat staf kepelatihan Macan Putih jadi korban.

Beberapa elemen suporter pun menyayangkan insiden yang menimpa Persik Kediri, terlebih kejadian tersebut berlangsung saat Stadion Kanjuruhan perdana digunakan pasca tragedi pada 2022 silam.

Melansir dari BolaSport.com pada Jumat (16/5), diduga oknum pelemparan batu kepada Persik Kediri tersebut adalah anak di bawah umur.

Direktur Utama PT LIB, yakni Ferry Paulus mengaku telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mencari pelaku.

"Untuk oknum pelakunya masih dicari pihak kepolisian."

 "Sekilas dari rekaman CCTV itu masih anak kecil tapi belum bisa diidentifikasi."

"Kepolisian masih terus mengejarnya," ujar Dirut PT LIB Ferry Paulus.

Ferry Paulus pun menyebut musim depan setiap tim akan dikawal oleh sepeda motor saat memasuki maupun keluar stadion agar tak mengulangi kejadian yang sama.

Ferry Paulus pun ikut mengapresiasi kinerja Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC yang memastikan laga lancar tanpa masalah meski Singo Edan kalah dari Persik Kediri.

"Semua yang dibuat Panpel Arema FC itu berjalan baik dan rapi."

"Ini kan kandang pertama Arema FC di Stadion Kanjuruhan ya, jadi kami dari PT LIB juga ikut ambil bagian di sana," lanjutnya.

Ferry Paulus pun menilai pertandingan antara Arema FC dengan Persik Kediri berjalan dengan lancar.

"Ini semuanya sudah sesuai hanya saja di luar Stadion Kanjuruhan itu ada anak-anak remaja yang melempar batu."

"Intinya bahwa dari jalannya pertandingan tidak masalah," lanjutnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved