SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menjadi salah satu nominator dan menggugurkan lawan sekitar 217 film pendek di ajang FFM (Festival Film Malang), membuat Farhan Angga Sani (23) memiliki kebanggan tersendiri.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelahiran 13 September ini mengaku bahwa dirinya harus mencari peran yang pas untuk memainkan peran ini.
Ya, dia harus mencari peran ini sampai masuk ke desa, tepatnya di desa Junrejo, Batu untuk memerankan filmnya yang berjudul Impen, Kedaden Ora Kopen. Film yang berdurasi 11 Menit ini mengangkat tentang impian sebuah keluarga yang mendapatkan mimpi jadi kenyataan.
Ada tiga tokoh dalam film ini. Yakni Ayah, Ibu, dan satu anak.
"Karena filmnya ini menceritakan tentang keluarga yang berada pada kalangan menengah ke bawah, jadi kami memang mencari peran yang mendekati," ujar dia kepada SURYAMALANG.COM seusai pemutaran filmnya di Gedung Kesenian Gajayana, Senin (28/3/2016).
Dikatakannya, bahwa mencari peran ini tak membutuhkan waktu yang lama. Ia dan timnya mencari peran dengan mendatangi Ketua RT. Ia diarahkan ke warga yang cocok untuk memerankan peran dalam filmnya ini.
Dikatakannya dua pemeran suami istri ini pasangan suami istri sungguhan, hanya saja anak laki-laki diperankan oleh orang lain.
Film ini, menyedot beberapa penonton ketika diputar, sekitar 70 penonton memadati pemutaran film ini. Farhan mengatakan bahwa film pendek yang ia buat, lebih mengutamakan kisah nyata dari beberapa kisah yang pernah ia alami atau ia lihat sendiri.
"Sebenarnya film ini terinspirasi dari teman saya. Dan ini memang kisah nyata yang saya angkat dalam sebuah film pendek," imbuh mahasiswa asal Bali semester 7 jurusan Ilmu Komunikasi ini.
Dalam film ini, diceritakan oleh Farhan bahwa sebuah keluarga yang mendapatkan mobil dalam suatu undian berhadiah, namun pajak hadiah ditanggung sendiri. Tentunya hal ini membuat keluarga kecil ini mencari pinjaman ke mana-mana hanya untuk mencari pinjaman uang.
Dari sinilah, Farhan pernah menjadi salah satu yang meminjamkan uang. Oleh karena itu, ia mengangkat cerita ini ke dalam film pendeknya. Farhan lebih menyukai film yang isi jelas dan tidak berbelit-belit. Film ini masuk ke dalam kategori Fiksi Umum. Ada dua film yang masuk ke dalam nominasi FFM, yakni Impen, Kedaden Ora Kopen dan Ada Ide.
Dikatakan Farhan, bahwa dirinya sangat berharap ada tanggapan serius dari pemerintah setempat tentang pemutaran film pendek. Tak hanya sekedar dikompetisikan saja, namun adanya penghargaan dan tindak lanjutan dari pemkot sangat diharapkan bagi perkembangan film pendek.
"Agar tidak kalah dengan film dari luar. Karena kami para film maker ini tidak asal membuat film saja. Karena kami ingin berkarya," pungkas dia.
Seperti yang diketahui, FFM mengadakan kompetisi film karya arek Malang. Di mana ada 18 film pendek yang akan di putar pada tanggal 28-30 Maret. 18 Film ini dibagi ke dalam enam kategori, yakni kategori Fiksi Umum, Fiksi Pelajar, Dokumenter Umum, Dokumenter Umum Pelajar, Animasi, dan Film Budaya.
Baca tanpa iklan