SURYAMALANG.COM – Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang meresmikan tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR), Senin (21/11/2016). Tim ini akan bekerja untuk tanggap terhadap aktivitas ilegal, aksi teror di laut, dan kecelakaan laut di wilayah kerja Lanal Malang yang meliputi perairan mulai Lumajang sampai Pacitan.
Komandan Lanal Malang Kolonel (E) Gendut Sugiono, mengatakan, tim ini berisi 15 orang yang terdiri dari antara lain polisi militer angkatan laut, intel, satgas penanggulangan dan operasi langsung, pasukan katak, marinir, dan tim SAR Lanal.
Dari tiga hal utama yang diantisiapsi, menurut Gendut, kondisi di wilayah Lanal Malang sebagian besar adalah kecelakaan laut akibat cuaca ektrem. Terlebih di musim seperti ini, keberadaan tim itu diharap bisa mempercepat proses bantuan bagi para korban jika terjadi kecelakaan di laut wilayah Lanal Malang.
“Kalau pelanggaran hukum tidak terlalu banyak,” katanya, usai acara pembentukan tim tersebut.
Tim itu dilatih memiliki beberapa kemampuan khusus, meliputi operasi pencegahan maritim; pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan sesuai prosedur tetap keamanan laut, visit board search and seizure; close battle combat; operasi SAR; dan navigasi dan komunikasi teknis.
Gendut juga mengatakan, tim ini akan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang menangani masalah kelautan. Selain tim ini, Lanal Malang juga meresmikan tim binaan SAR di Pantai Selatan yang anggotanya terdiri dari masyarakat. Menurut dia, tim ini sebenarnya sudah terbentuk dan baru diresmikan hari itu.
“Ada markas komando yang siap melaporkan di sini. Tim ini bergandengan tangan dengan unsur lain di lapangan terkait SAR,” ujarnya. Lanal Malang juga membuka pusat aduan masalah kelautan di nomer 0341326881 dan 081331481671.
Beberapa sarana operasional yang dimiliki tim EFQR meliputi, combat boat, sea rider, unit intel Lanal, berbagai sarana komunikasi, dan radar pantau pada Lanal tertentu.
Baca tanpa iklan