SURYAMALANG.COM, GONDANGLEGI – Sebenarnya lokalisasi Girun di Gondanglegi sudah tutup sejak 2014. Namun, lokalisasi ini beroperasi kembali secara ilegal.
Banyak warga yang mengeluhkan aktivitas jual-beli jasa layanan seksual ini. Karena itu, lokalisasi ini akan ditutup kembali. Ada istighosah sebelum dilakukan penutupan, Senin (13/2/2017).
Kepala Dusun Krajan, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Sohib mengatakan pihaknya sudah kerap memberi peringatan agar tidak ada aktivitas prostitusi. Bahkan pihaknya bersama polisi dan Satpol PP sering melakukan razia.
“Aktivitas mereka sudah sangat meresahkan warga. Ini adalah peringatan terakhir sebelum dibongkar,” tegas Sohib.
Sohib mengakui selama ini para Pekerja Seks Komersial (PSK) beraktivitas diam-diam. Para PSK ini kucing-kucingan dengan aparat. Para PSK juga selalu lolos jika ada razia.
Sebenarnya konsumen para PSK bukan dari warga Dusun Krajan. Biasanya pelanggan menyambangi Girun pada siang hari. Alasannya saat siang kondisi sedang sepi, karena mayoritas warga sedang bekerja.
“Istighosah ini sebagai ihtiar kami agar pembongkaran bisa berjalan lancar. Para penghuni juga biar tahu bahwa tempat ini akan dibongkar,” ujar Sohib.
Ada 20 bangunan permanen dan semi permanen yang menjadi lokasi bisnis esek-esek di Girun. Jalan aksesnya juga tanah yang sangat becek saat hujan turun.
Di dalam wisma disekat untuk kamar-kamar ‘esekusi’. Ukurannya hanya sekitar 2x2 meter lengkap dengan sebuah dipan kecil yang hanya cukup untuk satu orang. Dinding penyekatnya papan kayu atau anyaman bambu. Beberapa wisma masih berlantaikan tanah.
Menurut penuturan warga sekitar, lokalisasi Girun sudah ada sejak penjajahan Belanda. Namun, bangunan fisik mulai muncul sekitar 30 tahun silam.