Malang Raya

Klinik Asuransi Sampah Terbukti Membantu Warga Kota Malang, Ada Bantuan Ini

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Permata Bank Syariah, Achmad Kusna Permana menyerahkan secara simbolis kunci motor roda tiga kepada dr Gamal untuk pengembangan klinik asuransi sampah, Jumat (15/9/2017).

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Unit Pelayanan Zakat ( UPZ) Bank Permata Syariah memberikan bantauan CSR senilai Rp 50 juta untuk pembelian kendaraan angkut sampah roda tiga.

Secara simbolis, kunci motor diserahkan Achmad Kusna Permana kepada dr Gamal Albinsaid, Dewan Pembina Indonesia Medika yang mengelola klinik asuransi sampah, Jumat (15/9/2017).

Penyerahan disaksikan oleh sejumlah member klinik.

Permana juga menyaksikan suasana klinik dan berbincang dengan seorang member yang berada di dalam klinik.

Ia menanyakan soal bagaimana mendapatkan sampah dan selanjutnya bisa untuknmembantu kesehatannya.

"Waktu saya mendengar ini, saya terkesan. Saya berharap, model seperti ini bisa direplika di daerah-daerah lain," ujar Permana.

Bahkan jika didirikan di Jakarta, pihaknya sifat mendukung.

Sebab mereka yang telah mengumpulkan sampah, bisa terjamin kesehatannya.

"Permata memang selalu mengalokasikan keuntungan dan zakat nasabahnya untuk disalurkan. Ini tidak ada unsur komersil karena hanya untuk memberi dukungan pada kalangan tidak mampu," kata dia.

Dr Gamal menyatakan, warga cukup menyerahkan sampah yang dimilikinya untuk asuransi kesehatannya.

"Apa yang didapat akan dikembalikan ke masyarakat," ujar Gamal.

Jumlah member kliniknya sebanyak 330 orang.

Setiap Jumat ada yang mendatangi rumah member untuk diambil sampahnya untuk asuransi kesehatannya.

Bahkan kini klinik sudah bekerjasama dengan BPJS.

Dari 330 anggota itu, sudah ada 100 orang yang diikutkan BPJS.

Jadi, hasil dari sampahnya bisa untuk membayar premi BPJS setiap bulannya.

Ponali, 60, member klinik baru saja menyelesaikan operasi prostat.

Untung dia sudah ikut BPJS dari sampahnya.

"Saya sudah dua tahun ini. Jadi operasi lalu ya tidak bayar," kata Ponali.

Informasinya, biaya operasi mencapai Rp 17 juta.

Setiap Rabu, ia menyetor sampah yang diambil oleh Taufiqurahman, project officer klinik asuransi sampah.

Warga Bumiayu RT 1/RW 5 ini juga rutin memeriksakan diri ke klinik.

Sedang Suwarni,68, juga memanfaatkan sampah-sampah dari toko anaknya untuk membayar asuransi kesehatan.

Ia bisa memeriksa sakit linu, pusing dll di klinik itu. "Semua keluarga saya ikut. Anak saya juga," kata dia.

Untuk mencari sampah ia mengaku tidak sulit karena anaknya punya toko pracangan.

Sehingga bekas-bekas pembungkus rokok, bekas botol mineral dll bisa untuk disetorkan ke Taufik seminggu sekali.

"Anak saya, Efi, bahkan saat melahirkan tidak mengeluarkan sama sekali dengan BPJS yang preminya dibayar sampah," papar warga Jl Kiai Parseh Jaya Kota Malang.

Menurut Taufik, ia bersama sopir pikap Rizal mengambil sampah di rumah member setiap Jumat.

"Sebulan, sampahnya bisa mencapai 700 sampai 800 Kg baik dari member dan sekolah," paparnya.

Di Kota Malang, ada delapan sekolah yang memberi sedekah sampah.

Yaitu SDN Arjosari 1, SDN Pandawangi, SMP Al Kautsar, SMPN 1, SMPN 3, SMPN 22, SMPN 23 dan SDN Sukun 1.

"Sedekah sampah dari sekolah sebulan sekali. Tiap Rabu kami mengambilnya pakai pikap pinjaman milik dr Gamal," tuturnya.

Dengan tambahan kendaraan roda tiga untuk pengangkut sampah nanti, maka akan sangat membantu. Sedekah sampah dari sekolah didapat sejak Juni 2017 lalu.

Berita Terkini