UIN Maulana Malik Ibrahim

UIN Maliki Punya Banyak Komunitas Tunjang Kemampuan Mahasiswa

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof Dr Abdul Haris, bersama para mahasiswa berprestasi.

Robot soccer beroda digerakkan mirip alat alat remote control. Di lomba itu tugasnya adalah memasukkan bola ke gawang. Untuk casingnya dibuat dari bahan ABS, sejenis akrilik. Sifatnya ringan dan dicetak sendiri dengan mudah.

Timnya selain Abash, juga Muhammad Hudan Dardiri, Teguh Arief Ramadhan, Juniardi Nur Fadila MT ( dosen pembina) dan Saskia Fregawati Ayuningtyas.

Manfaat bergabung dengan komunitas dirasakan oleh Achmad Habibil Mustofa, anggota komunitas Ontaki.

"Kalau di perkuliahan kan belajar teori saja. Kalau di komunitas bisa dipraktikkan teorinya," ujar dia. Selain itu juga bisa diskusi dengan banyak orang. "Makin banyak musuh, makin banyak pengalaman," papar dia.

Biasanya kegiatan komunitas dilakukan akhir pekan. "Kalau mau ikut lomba, pertemuannya makin intensif," papar dia.

Dari lomba-lomba itu, pengetahuan dan pengalaman akan bertambah. Sedang komunitas Webounder pernah meraih juara 1 di Telkom Dilo Hackaton 2017 tingkat Jatim di Malang. Ini lomba buat start up (rintisan).

Produknya adalah service perut, yaitu website berisi informasi warung/tempat kuliner yang bisa diakses untuk memesan makanan saat ada kegiatan dalam volume besar.

"Biasanya panitia event dari mahasiswa itu sering tidak ada waktu ke warung kuliner untuk survei mencari logistik," jelas Muhammad Alif, anggota tim.

Ia bersama dua temannya yaitu Ahmad Riza dan Nuzulul Huda menggarap web itu sehari semalam buat lomba.

Rektor UIN Maliki, Prof Dr Abdul Haris mengapresiasi prestasi mahasiswanya. Seperti di event Technocorner di UGM.

"Kemenangan di robot soccer menjadikan UIN diapresiasi para rektor PTN. Sebab UIN Maliki bisa mengungguli yang lainnya," katanya. Ia berharap karya mahasiswa bisa menjadi basis untuk bertemu industri mendatang.