SURYAMALANG.COM, MALANG - Kebiasaan buruk Betrand Peto membuat penyanyi 15 tahun itu ditegur ibunya Sarwendah.
Akibat kebiasaan buruk Betrand Peto tersebut, wajah putra angkat Ruben Onsu terlihat tampak pucat dan lemas.
Selain itu, kebiasaan buruk Betrand Peto juga telah diperiksa dokter sehingga ada aturan yang harus dipatuhi.
Melansir dari MOP Channel, kebisaan buruk Betrand Peto itu membuatnya sampai mengalami infeksi perut khususnya pada lambung.
Alhasil akibat penyakit infeksi perut tersebut Betrand Peto tidak bisa menyantap sembarangan makanan.
Kakak dari Thalia dan Thania ini hanya diperbolehkan makan bubur untuk proses penyembuhan.
Penyakit yang kini diderita Betrand Peto itu tidak lepas dari kebiasaan buruknya mengunyah makanan selama ini.
"Kata dokter kenapa, karena Onyo ngunyahnya nggak pelan-pelan," ucap Sarwendah.
Betrand Peto rupanya jarang mengunyah makanan yang masuk dalam perutnya.
Berbagai makanan rupanya langsung masuk ke perut Betrand tanpa dikunyah dengan benar.
Alhasil kini lambung Betrand Peto pun mengalami masalah.
Melihat putranya pucat dan lemas, Sarwendah pun membuatkan bubur khusus untuk Betrand Peto.
"Ini baru buat bubur banyak banget buat Onyo," ujar Sarwendah sembari terus mengaduk bubur.
Selesai membuatkan bubur, Sarwendah lantas menghampiri Betrand Peto yang sudah menunggunya di meja makan.
Betrand Peto sempat sumringah melihat bundanya membuatkannya bubur.
Namun raut wajah Betrand Peto seketika berubah saat melihat menu yang disantap hanya bubur padahal di meja makan tersedia beragam makanan lezat.
Dengan hati-hati dan cukup lama mengunyah makanan Betrand Peto memakan bubur buatan Sarwendah.
Sarwendah pun kembali mengingatkan agar putranya mengunyah bubur itu dengan benar.
"Hayo ngunyahnya yang bener ya Nyo," seru Sarwendah dibalas anggukan Betrand Pato.
Mendengar teguran Sarwendah, Betrand Peto memperlihatkan jika ia kini harus makan bubur.
"Sekarang makannya bubur," ujar Betrand Peto sembari memperlihatkan mangkuknya.
Sarwendah juga menjelaskan sementara waktu Betrand Peto memang harus menyantap bubur sampai bisa mengunyah makanan dengan benar.
"Sampai Onyo ngunyahnya udah pelan-pelan " tambah Sarwendah.
Tak seperti yang dibayangkan, saat mencicipi bubur buatan Sarwendah, Betrand Peto sedikit mengerutkan dahi.
Rupanya Betrand Peto tidak menemukan rasa apapun dalam bubur itu.
Sarwendah lantas meminta Betrand Peto untuk menambahkan beberapa sayur ke dalam buburnya.
"Itu kan bubur polos, makanya dipakein sayur," perintah Sarwendah melihat ekspresi syok Betrand Peto.
Menuruti Sarwendah, Betrand Peto pun menyantap bubur dengan ditambah sayuran sehat.
Ingin sang putra belajar dari kesalahan, Sarwendah kembali mengingatkan agar Betrand Peto dapat mengunyah makanan dengan benar.
"Kemarin itu Onyo makannya terlalu cepat jadi akhirnya lambungnya sakit, kalo kita makan kan harus ngunyahnya lama, nah si Onyo itu langsung," jelas Sarwendah.
"Sekarang biar dia makan bubur dulu, kata dokter biar perutnya normal dulu baru boleh makan nasi dan harus ngunyahnya yang bener." jelas Sarwendah yang tampil sederhana dengan daster kuning favoritnya.
Kini akibat menderita sakit infeksi lambung, wajah Betrand Peto terlihat pucat dan badannya lemas.
Sebelumnya, kepada Gilang Dirga dalam acara Diary The Onsu Trans TV edisi Kamis (9/7/2020), Betrand Peto pernah menceritakan masa lalunya di NTT sebelum jadi putra angkat Ruben Onsu.
Saat itu Gilang Dirga berkunjung ke rumah Ruben Onsu.
Gilang Dirga pun menyempatkan bermain dengan Betrand Peto dan Thalia.
Tampak Betrand Peto dan Thalia terhibur dengan kehadiran Gilang Dirga.
Setelah itu, mereka memutuskan untuk menyantap makanan bersama.
Sarwendah kemudian menawari Gilang Dirga bakpao.
Saat Gilang Dirga ditawari bakpao, Betrand Peto tiba-tiba teringat saat dirinya berjualan makanan tersebut.
"Ngomong-ngomong soal bakpao, kalau di sini sebutnya kan bakpao ya, kalau di sana (NTT) disebutnya pao," kata Betrand.
"Jadi Onyo itu dulu jualan pao," tambah Betrand Peto.
Mendengar hal itu, Gilang pun penasaran dan bertanya banyak hal kepada Betrand Peto.
"Oh ya? Satu gitu berapa harganya?" tanya Gilang kepada Betrand Peto.
"Seribu rupiah, isinya kelapa," tutur Betrand Peto.
"Kalau jualan gitu sering habis nggak?" tanya Gilang lagi.
"Sering habis sih," jawab Betrand Peto.
Betrand Peto mengungkapkan bakpao yang ia jual biasanya menggunakan daun pisang sebagai alas.
"Bawahnya dikasih daun pisang," ucap Betrand Peto.
"Kalau kita pakai kertas (kue) kayak gini," timpal Ruben Onsu.
"Kalau di sana supaya lebih hemat, (alasnya) pakai daun pisang," ujar Betrand Peto.