Penulis: Sarah, Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut berita Malang hari ini Selasa 18 Agustus 2020 tentang daftar penerima award UB.
Selain itu berita Malang hari ini populer juga membahas 75 bendera beragam model di HUT RI ke 75 yang digelar di DKM.
Terakhir, berita Malang hari ini mengulas aksi bagi-bagi masker di Kampung Triadi oleh Tim PKK Kota Malang.
Selengkapnya, langsung saja simak uraian di bawah ini:
1. Daftar Penerima Award UB
Universitas Brawijaya (UB) memberikan penghargaan bagi dosen dan lembaga berprestasi dengan nama GIRAFFE Award, Senin (17/8/2020).
GIRAFFE merupakan penghargaan yang diberikan bagi dosen dan lembaga seperti prodi, jurusan, dan institutional supporting system seperti badan usaha dan lembaga penelitian.
Indikator GIRAFFE bagi individu atau dosen yaitu mempunyai prestasi dalam jumlah sitasi di google scholar, Scopus, dan jumlah inovasi dalam bentuk paten.
Dijelaskan Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyatakan, pemberian GIRAFFE Award menandai kebangkitan UB menuju internasional.
"Sebelumnya sudah banyak prestasi internasional yang diraih oleh UB," jelas Nuhfil dalam rilis tertulis humas UB.
Seperti 33 program studi telah meraih akreditasi internasional, versi Times Higher Education (THE) UB menempati urutan terbaik ke-4 Indonesia, untuk rangking Asia versi THE berada di urutan 401+, dan QS Asia di urutan 301-305 Terbaik.
Ia berharap, dengan adanya GIRAFFE Award, maka makin memicu para sivitas akademika untuk meningkatkan peringkat UB di kancah internasional.
Sedang Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama UB, Prof Dr Ir Moch Sasmito Djati MS mengatakan GIRAFFE merupakan kepanjangan dari Government, Innovation, Reputation, Alumny, Faculty, Fund, dan Efficiency.
Dijelaskan, posisi UB di kancah internasional ada di dalam kontrak kinerja rektor dengan Dirjen Kemendikbud.
"Salah satu isi kontrak kinerjanya adalah UB harus berada di posisi 500+. Padahal secara institusi saat ini kita masih berada di 800-1000 an dunia," terangnya.
Sehingga diperlukan strategi yang harus dikerjakan secara sistematik, integratif, dan semua pihak harus terlibat.
Indikator kinerja dikaitkan dengan kontrak rektor bersama Dikbud, Kementrian Keuangan serta dengan renstra UB yang ujungnya kita bisa mencapai 500 dunia.
Harapan guru besar bidang Ilmu Biologi Reproduksi Molekul adalah, penghargaan ini bisa memancing individu dan sistem untuk terlibat dalam semua indikator yang ada di GIRAFFE. Sehingga bisa melaksanakan kontrak kinerja yang telah disepakati.
Sosialisasi telah dilakukan pada September Oktober tahun lalu dan sudah menjadi Renstra 2020-2025. Indikator-indikator Government meliputi pola manajemen di universitas dan fakultas.
Sedang Innovation terkait produktivitas penelitian, Reputation berkaitan dengan ranking di tingkat dunia.
Sedang Alumni berhubungan dengan Tracer study. Faculty berkaitan dengan peningkatan kualitas dosen.
Dan Fund adalah bagaimana inovasi-inovasi yang kita hasilkan bisa diimplementasikan ke masyarakat dan bisa menghasilkan pemasukan, serta Efficiency berkaitan dengan sistematisasi manajemen berbasis IT.
Nama penerima GIRAFFE Award, yaitu:
1. Dosen Bidang Sains dan Teknologi berprestasi adalah Dr Sc Asep Awaludin Prihantono, SPi., M.P/FPIK (peringkat pertama), Dr. Eng. Ahmad Afif Suprianto, S.Si., M.Kom/Filkom (peringkat kedua), Dr. Ir. Joni Kusnadi, M.Si/FTP (peringkat ketiga).
2. Dosen Bidang Sosial dan Humaniora yaitu Dias Satria, S.E., M.App.Ec., Ph.D/FEB (peringkat pertama); Dr. Adi Kusumaningrum, S.H.,M.H./FH (peringkat kedua); dan Cacik Rut Damayanti, S.Sos., M.Prof. ACC., DBA/FIA (peringkat ketiga).
3. Kaprodi berprestasi adalah Rahmadwati, S.T.,M.T., Ph.D/FT (peringkat pertama); Debri Haryndia Putri, S.T., M.Ds/vokasi (peringkat kedua); dan Ns. Tony Suharsono, S.Kep.,M.Kep/FK (peringkat ketiga).
4. Pranata Laboratorium Pendidikan Berprestasi yaitu Supriyono, S.P.,/FTP (peringkat pertama); Berlian Gari Amrina, S.T./FT (peringkat kedua), dan Hadi Kurniawan, A.Md/FMIPA (peringkat ketiga).
5. Pengelola Keuangan Berprestasi adalah Anggi Anggraeni, S.Si./FT (peringkat pertama), Riska Rinanda, A.Md./FEB (peringkat kedua), Ahmad Nasichudin, S.E./Filkom (peringkat ketiga).
6. Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi adalah Tunggul Laksono, A.Md./FK (peringkat pertama), Dinar Widhiwasa, S.E./FEB (peringkat kedua), dan Sukma Patrya, S.T./FT (peringkat ketiga)
7. Pustakawan Berprestasi yaitu Kethy Hariyadi Putri, S.A.B./UPT Perpustakaan (peringkat pertama), Abdul Rochim, A.Ma.Pust./FP (peringkat kedua), dan Aditya Mahari, S.S./FIB (Peringkat ketiga)
8. Arsiparis Berprestasi yaitu Christ Yudha Prasetya, A.Md., S.Kom.,S.E./FP (peringkat pertama), Ahmad Syaifuddin/FIA (peringkat kedua), dan Dewi Wijayanti, S.T./FILKOM (peringkat ketiga).
2. 75 Bendera Beragam HUT RI
Semarak perayaan HUT RI ke 75, Senin (17/8/2020) juga terasakan di Dewan Kesenian Malang (DKM). Yaitu Independence Say, Art Flag Exhibition.
Sebanyak 75 bendera dipasang di halaman DKM di Jl Majapahit Kota Malang. Ukurannya sama yaitu 70 cm X 105 cm.
"Yang membuat 75 bendera ini tidak hanya seniman seni rupa, tapi ada juga ibu rumah tangga, anak-anak."
"Pokoknya bisa memvisualisakan ide masing-masing untuk mendampingi ide besar bendera merah putih untuk babad alas menghadapi peradapan baru," terang Bobby Nugroho, Ketua DKM pada wartawan di sela kegiatan, Minggu (17/7/2020).
Teknik yang disajikan mereka juga bebas. Ada bendera yang diberi monte-monte, diplong, dilukis dll.
Salah satu pembuat bendera yang dipamerkan adalah perupa Masari Arifin.
"Dasar warna benderanya kuning dan ada lima garis besar sebagai gambaran karakter pada manusia," jelas Masari pada suryamalang.com.
Dasar kain tetao dipakai karena sesuai temanya adalah bendera. Tapi diatas bendera itu ada lima garisnya memakai media plastik.
Sejak 2015, Masari memiliki atensi memanfaatkan limbah plastik kantong belanja atau biasa disebut tas kresek.
"Saya mengerjakan prosesnya perlu waktu satu minggu. Sedang untuk mencairkan plastiknya perlu waktu tiga hari," katanya.
Dikatakan, plastik bisa menjadi media alternatif di seni rupa yang ditekuni saat ini. Idenya memanfaatkan plastik dari ketidaksengajaan.
Pada 2015, ada kejadian tidak sengaja. Dimana kantong plastik kresek untuk wadah makanan terkena api lilin dan meleleh.
Saat itu, di rumahnya sedang mati listriknya. Ternyata dari lelehan itu bisa jadi bahan untuk seni rupa. Namun bahan plastiknya harus memiliki ketebalan tinggi dan sedang.
"Sampai sekarang sudah ada 60 karya dari limbah plastik," ujarnya.
Ia bahkan pernah pameran tunggal di DKM dengan 25 karya beberapa waktu lalu. Acara pembukaan pameran diisi dengan mengheningkan cipta, pengibaran bendera merah putih.
Meski undangan yang datang tidak dalam kondisi rapi berbaris, saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, semua memberikan hormat pada bendera merah putih.
Kemudian diisi dengan tarian dengan membawa bendera merah putih diiringi lagu Bendera yang dipopulerkan oleh grup musik Cokelat.
Kegiatan juga dihadiri dari Bidang Kebudayaan Dikbud Kota Malang.
3. Bagi-bagi Masker di Kampung Triadi
Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian, Kota Malang mendapat pembagian masker dari Tim Penggerak PKK Kota Malang, Senin (17/8/2020).
Ny Widayati Sutiaji, Ketua TP PKK dan rombongannya mengunjungi dua rumah warga sebagai simbolis.
Selain itu, ditembok rumah mereka dipasang stiker bertuliskan Keluarga PKK Tanggung.
"Jangan lupa pakai masker ya pak? Masker kain hanya bisa dipakai empat jam setelah itu harus dicuci," jelas istri Walikota Malang, Sutiaji ini pada warga yang rumahnya ditempeli stiker dan diberi sejumlah masker scuba warna cokelat dalam kemasan plastik.
Hal yang sama juga disampaikan juga pada warga samping rumah pertama.
Di rumah warga ini, Sutiaji, Walikota juga menanyakan soal kunjungan ke kampung wisata Tridi yang pernah jadi lokasi syuting film Yo Wis Ben dari Bayu Skak.
"Sepi pak," jawab ibu pemilik rumah sambil menggendong cucunya.
"Iya. Untuk wisatanya masih belum boleh buka," kata Sutiaji.
Sebelum pandemi Covid-19, wisatawan banyak yang mengunjungi kampung Tridi dan dan Warna Warni yang berseberangan karena dipisah Sungai Brantas.
Tentang gebyar masker, menurut Widayati ini bagian dari gerakan nasional pembagian masker yang dicanangkan oleh istri Mendagri, sebagai Ketua Umum TP PKK.
"Ini merupakan kegiatan kedua pembagian masker ke warga. Pada 22 Juli lalu dibagikan ke 57 keluarahan sebanyak 57.000 masker. Sekarang kembali dibagika ke 57.000 masker ke 57 kelurahan," kata Widayati.
Sebelumnya, juga dibagikan 1 juta masker ke warga.
"Harapan saya, masker ini bisa juga sebagai ganti. Sebab kan tidak bisa dipakai lama. Empat jam harus dicuci," kata dia.
Sambil pemberian masker juga dilakukan edukasi tentang pemakaian masker.
Dikatakan, pihaknya akan mendistribusikan masker yang diperoleh ke masyarakat. Termasuk dari IKAPTK sebanyak 22.000 masker.
"Donasi masker akan selalu kami terima. Karena tidak tahu sampai kapan pandemi Covid-19 ini," kata dia.
(Sylvianita Widyawati/Sarah/SURYAMALANG.COM)
Baca tanpa iklan