Heboh Video Detik-detik Mayat Tergeletak di Jalan, Diduga Jatuh dari Pickup Tumpukan Angkut Jenazah

Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral video mayat tergeletak di jalanan, rupanya terjatuh dari mobil pikap yang mengangkut tumpukan jenazah.

Penulis: Ratih Fardiyah |Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan detik-detik mayat tergeletak di tengah jalan.

Dalam video tersebut terlihat mayat yang tersebut diduga jatuh dari pickup yang angkut tumpukan jenazah.

Video detik-detik mayat tergeletak di tengah jalan tampak menuai reaksi warganet hingga viral di media sosial.

Diduga mayat ini jatuh tercecer dari mobil pickup yang mengangkut tumpukan jenazah.

Ilustrasi - Jenazah di kamar mayat (SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika)

Melansir Sosok.ID dari Daily Star: Geger Video Mayat Tergeletak di Tengah Jalan Saat Siang Bolong, Diduga Jatuh Tercecer dari Mobil Pikap yang Angkut Tumpukan Jenazah, Insiden itu terjadi di depan Pasar Cuscatlan di El Savador.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (1/10/2020) itu telah menambah kekhawatiran meningkatnya kasus virus corona di negara tersebut.

Dalam rekaman tersebut, terlihat tubuh yang terbungkus tergeletak di tengah jalan.

Suasana jalanan kala itu nampak cukup ramai lalu-lalang kendaraan.

Nampak di sebelahnya ada mobil pikap yang nampak mengangkut tumpukan mayat.

Seorang pekerja forensik nampak mengatur lalu lintas agar tak melintas di dekat mayat tersebut.

Menurut El Savador Times, mayat itu diangkut oleh petugas forensik.

Namun, tiba-tiba salah satu mayat itu jatuh ke jalan yang langsung membuat orang-orang terkejut.

Setelah menyadari apa yang terjadi, karyawan Kedokteran Forensik turun dari mobil pikap tersebut.

Kemudian ia menghentikan lalu lintas untuk mengangkat kembali mayat itu ke mobil.

Tidak jelas apakah para karyawan lupa mengencangkan bodi dan kendaraan dengan benar.

Ilustrasi. (Tribunnews)

Tidak ada laporan yang mengkonfirmasi apakah mayat-mayat itu meninggal dunia karena virus corona.

Video tersebut telah telah tersebar luas di media sosial Twitter yang langsung memicu kekhawatiran di antara warga.

Seseorang berkomentar: "Mungkin infeksi Covid-19 meningkat.'

Lainnya berpendapat: "Betapa keterlaluannya, pekerjaan yang begitu efisien, hanya di El Savador!"

Menurut surat kabar Expansion, El Savador memiliki jumlah kasus virus corona tertinggi di antara negara-negara lain di Amerika Selatan.

Bahkan jumlah kematian di El Savador mengalami peningkatan sebesar 2,4%.

Sementara tu, dilansir Sosok.ID dari Worldometer.info, jumlah kasus virus corona di El Savador pada Sabtu (3/10/2020) adalah 29.175.

Adapun, jumlah kematian total sebanyak 853.

Sementara jumlah pasien sembuh sebanyak 23.930.

Sebelumnya juga terdapat Pria yang mendadak ambruk di pinggir jalan tersebut hanya menjadi tontonan oleh warga sekitar. 

Para warga yang beradadi lokasi kejadian takut untuk mendekat karena virus corona atau Covid-19.

Akibat tidak mendapatkan pertolongan, akhirnya pria tersebut meninggal dunia. 

Sebuah video viral merekam detik-detik pemuda bernama Roni Hendri (35) mendadak ambruk setelah mengalami sesak napas.

Ia mendadak jatuh di pinggir jalan Pasar Baru Bangko, Kabupaten Merangin, Jumat (18/9/2020).

Mulanya, dalam video berdurasi 15 detik itu, Roni yang terlihat mengenakan kaos warna hitam, jaket abu-abu dan celana hitam tiba-tiba roboh di pinggir jalan.

Napasnya tampak tersengal-sengal hingga membuatnya tersungkur.

Pemuda asal Kerinci roboh di pinggir jalan karena menderita sesak nafas namun menghebohkan warga dikira Covid-19 (Tribunnews.com)

Sayangnya, warga yang menyaksikan hal itu tak ada yang berani menolong karena takut jika Roni terpapar Covid-19.

Setelah pihak kepolisian datang, pria asal Kelurahan Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci ini segera dilarikan ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko.

"Warga takut mau menolong, karena dikira Covid-19. Sakitnya sesak napas. Untung ada pihak kepolisian yang bawa ke rumah sakit," kata Kholil, warga Bangko saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (19/9/2020).

Meskipun sudah mendapatkan perawatan medis, namun nyawa Roni tidak tertolong. Informasi kematian Roni Hendri disebarkan pihak rumah sakit, Khaidir melalui media sosial.

“Ya. Pasien menderita asma. Diharapkan warga tidak cemas, Roni Hendri sudah di-rapid test dan hasilnya negatif," kata Direktur RSD Kol Abundjani Bangko, Berman Saragih dikutip dari Kompas.com via telepon, Sabtu (19/9/2020).

Berman menjelaskan, petugas medis telah mengerahkan usaha terbaik. Namun nyawa Roni Hendri tidak bisa ditolong.

"Sore kemarin sekitar pukul 15.10 WIB. Roni Hendri dinyatakan telah meninggal dunia. Kita sudah menghubungi keluarga korban di Kerinci," kata Berman menjelaskan.

Lebih lanjut Berman menuturkan, pihak keluarga pasien nanti dapat menjemput jenazah Roni.

Insiden Serupa

Warga hanya bisa menyaksikan YT (57) tergeletak tak berdaya di tepi jalan raya Kota Purbalingga setelah mengalami sesak napas.

Santer dikabarkan , YT dipaksa turun dari travel yang membawanya hingga kemudian tergeletak di jalan.

Ia adalah pemudik yang mengalami sesak napas ditemukan tergeletak di pinggir jalan raya Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (26/4/2020).

Perempuan berinisal YT (57) itu merupakan warga Desa Sumingkir, Kutasari, Purbalingga, yang baru saja kembali dari perantauan.

Anggota Polsek Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah membantu evakuasi pemudik wanita yang diturunkan dari travel karena alami sesak nafas di jalan raya Kutasari, Minggu (26/4/2020). (KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI)

YT diketahui menumpang mobil travel bersama sembilan penumpang lainnya yang dijemput dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Mereka hendak pulang ke tiga wilayah, yakni Purwokerto, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Kronologi

Kejadian bermula ketika seorang perempuan yang diketahui bernama YT tergeletak di pinggir jalan raya di Kutasari, Purbalingga, Minggu (26/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Haning Wikantono menjelaskan, YT merupakan warga Desa Sumingkir, Kutasari, Purbalingga, yang baru saja menumpang mobil travel dari Jakarta.

Namun, YT mengalami sesak napas hingga diduga diturunkan paksa di pinggir jalan.

YT tergeletak bersama barang bawaannya.

Sedangkan mobil travel yang berasal dari Jakarta itu langsung pergi.

Meski YT tergeletak tak berdaya di pinggir jalan, warga yang melihat tak berani menolong.

Tak lama kemudian, petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap turun dan menolong YT.

YT pun dibawa dengan ambulans ke rumah sakit.

Sedangkan keluarga YT langsung dihubungi dan dijemput.

Hanung memastikan bahwa gejala sesak napas yang dialami YT tak berkaitan dengan virus corona atau Covid-19.

"Itu sesak napas dan ada riwayat asma, saat ini kondisinya stabil," ujar dia.

YT saat ini telah mendapatkan perawatan di RS Siaga Media.

"Saat dievakuasi, kondisinya (YT) sadar namun mengalami sesak napas, tidak ada gejala kejang," kata Hanung.

Keterangan sopir travel

Polisi kemudian mencari identitas travel beserta sopir yang mengemudikan.

Pengemudinya berinisial KM, warga Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.

Kapolsek Kutasari AKP Agus Amjat Purnomo mengemukakan, KM diamankan beberapa saat usai YT dievakuasi.

Kepada polisi, KM menolak tuduhan menurunkan paksa YT di pinggir jalan.

"Jadi sebenarnya travel sudah dihentikan warga dan diarahkan untuk cek kesehatan penumpang di puskesmas. Tapi, penumpang itu menolak dan minta diturunkan di tepi jalan, katanya mau dijemput keluarganya," ujar Agus.

Kepada polisi, KM mengaku, saat diturunkan tak ada gejala apa pun pada diri YT.

"Sopirnya juga tidak tau kalau setelah diturunkan penumpangnya mengalami sesak napas," kata dia.