Penulis: Sarah, Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Curhatan seorang cewek ditipu kasir minimarket viral di TikTok belum lama ini.
Cewek yang membayar pakai kartu debit itu ternyata harus membayar total belanjaan di luar yang seharusnya.
Diam-diam kasir minimarket itu menambah item belanja di luar pembelian dan beralasan struk tidak keluar.
Peristiwa ini dialami oleh cewek bernama Natasha T Putri Situmorang.
Natasha membagikan kisah diduga ditipu oknum kasir minimarket melalui akun TikTok-nya @natashasitumorang pada Jumat (30/10/2020).
Dalam video itu, Natasha menceritakan kronologis dugaan penipuan yang menimpanya.
“Jadi Gue tadi beli masker dua sama oil control film, (bayar) pakai debit di minimarket ***, totalnya itu Rp 64.300” ujar Natasha.
Kemudian Natasha menyerahkan kartu debitnya untuk dilakukan pembayaran.
Setelah transaksi selesai, ia meminta bukti pembayaran (struk) kepada oknum kasir tersebut.
“Terus Gue minta struk-nya “Mbak struk-nya mana ya?”. Terus kata Mbaknya engga keluar,” ujar Natasha.
Menurutnya, oknum kasir tersebut beralasan struk tersebut susah keluar dan meminta Nastaha untuk menunggu sebentar.
Setelah menunggu, Natasha kemudian diberikan struk dan uang Rp 8000 oleh oknum kasir minimarket tersebut.
“Dia kasih struk sama duit. Gue bingung dong kan karena Gue debit,” ujarnya.
Ternyata, menurut Natasha, oknum kasir itu menambahkan satu item barang ke dalam belanjaan miliknya.
Total harga yang seharusnya dibayarkan Rp 56.300 malah menjadi Rp 64.300 oleh oknum kasir tersebut.
Oknum tersebut beralasan kepada Natasha bahwa, ia menitip sebuah barang seharga Rp 8000 yang dia masukkan ke dalam item belanjaan Natasha.
“Ternyata dia itu mau bohongi Gue, tapi karena Gue minta struknya jadi dia panik dan balikin duit Gue yang udah dia totalin,” terang Natasha.
Dari keterangan yang tertera di struk, kejadian tersebut terjadi di kawasan Jalan H Ten Raya, Jakarta Timur pada Jumat (30/10/2020) pukul 13:37 WIB.
Natasha berpesan untuk semua konsumen agar meminta struk dari setiap kali transaksi.
“Jadi buat kalian yang belanja di minimarket atau apapun itu, harus selalu minta struk kalau debit. Karena ada oknum yang suka nipu,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, Sabtu (31/10/2020), video tersebut telah ditonton lebih dari 2,9 juta dan disukai lebih dari 310,4 ribu pengguna TikTok.
“Hati-hati ya gais kalau belanja wajib minta struknya. Buka masalah nominalnya tapi soal kejujuran,” tulis keterangan video itu.
Sejumlah warganet bereaksi di dalam kolom komentar.
Para warganet mencurahkan isi hatinya yang juga mengalami kejadian yang sama.
“Gua juga pernah dua kali kejadian persis kaya gini. Karna belanja banyak nyampur sama teman-teman. Pas di hitung-hitung ada barang yang di masukin, padahal teman-teman ga ada yang ambil,” ujar Anyaanjanii.
“Mamaku pernah ke debit dua kali lipat dong, parah. Pas balik katanya ga bisa,” kata warganet.
“Masalahnya bukan diperusahaannya, tapi manusiannya, kejujurannya. Kalau udah kejadian begini mending dilaporin. Karena merusak citra,” sebut warganet.
Selain kasus yang dialami Natasha, membuang sembarangan struk ATM juga berbahaya.
Pasalnya, seorang nasabah di Bank Sumsel Babel pernah mengalami kebobolan ATM dan uang sejumlah Rp 116,5 juta raib.
Setelah dilakukan penyelidikan, uang milik korban di rekening tersebut ternyata ditarik oleh para komplotan Aziz dengan menggunakan dokumen palsu.
"Dokumen itu berhasil dibuat para tersangka ini dengan mengambil struk penarikan di setiap ATM. Di sana, mereka langsung membuat KTP dan buku tabungan milik korban untuk dipalsukan"
"Lalu tersangka menarik uang di bank dengan modus ketinggalan ATM," kata Suryadi saat gelar perkara, Senin (20/7/2020).
Suryadi menjelaskan, para tersangka ini diketahui telah beraksi di tiga bank daerah.
Yakni Bank Lampung dengan total kerugian korban Rp 70 juta, Bank Sultra di Kendari total kerugian Rp 120 juta dan Bank Sumsel Babel Rp 116 juta.
Dalam aksinya, tersangka Azis memalsukan dokumen penting para korban. Sedangkan Mujianto mencari struk di setiap ATM.
"Aksi ini sudah mereka lakukan sejak 2018. Mereka ini beraksi orang lima, tiga masih buron," ujarnya.
Sedangkan tersangka Mujianto mengaku, ia mendapatkan keuntungan Rp 20 juta untuk membobol bank Lampung, Rp 40 juta di Bank Sultra dan Rp 35 juta di Bank Sumsel Babel.
Uang tersebut telah ia habiskan untuk keperluan sehari-hari.
"Yang punya ide itu Azis, saya cuma mencari struk," kata Mujianto.
Kini Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan telah menangkap dua orang pelaku pembobolan.
Kedua tersangka yang ditangkap tersebut yakni Aziz Kunadi (36), warga Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Mujianto (34), warga Desa Penarik, Kabupaten Muko-muko, Bengkulu.
Mereka ditangkap pada (18/7/2020) di kediaman masing-masing tanpa perlawanan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrum Polda Sumatera Selatan, Kompol Suryadi mengatakan, kasus ini terbongkar setelah petugas mendapatkan laporan dari salah korban pada 12 September 2019.