Derita Batin Anak Angkat Ditumbalkan Ibu Layani Nafsu Ayah, Sering Diberi Roti Campuran Obat Tidur

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Ilustrasi gadis di bawah umur dan perkosaan ayah tiri

Penulis: Sarah, Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Seorang anak angkat jadi "tumbal" sang ibu untuk melayani nafsu ayah tirinya.

Gadis berusia berusia 14 tahun berinisial SR itu adalah anak angkat dari pasangan suami istri di Papua Barat.

Sudah 2 tahun SR menjadi budak nafsu ayah angkat dan sering diberi roti yang dicampur obat tidur oleh ibunya. 

Dilansir dari Kompas.com, ayah angkat berinisial ADR pertama kali melakukan aksi pemerkosaan saat usia SR 12 tahun.

Selama dua tahun, SR telah diperkosa ayah angkat untuk melayani nafsunya sebanyak 7 kali.

Baca juga: Kabar Pacar FC Siswi Toraja Ikut Gantung Diri Susul Sang Mantan Viral di FB, Ini Fakta Versi Polisi

Ilustrasi gadis korban pemerkosaan (Suryamalang.com/kolase TribunBatam.id/TribunBali.com)

Semua aksi pemerkosaan itu dilakukan ADR di rumahnya di Kelurahan Menoi, Kota Sorong, Papua Barat.

Menurut pengakuan SR, saat melakukan aksi pemerkosaan, ADR dibantu oleh istrinya.

Kejadian bermula ketika ayah angkat meminta istri memberikan sejumlah uang kepada korban.

Uang itu diberikan dengan tujuan agar korban menggunakannya untuk jalan-jalan.

Tetapi, saat memberikan uang itu, ibu korban memintanya memenuhi sebuah syarat, yakni tidur sekamar dengan ayah angkatnya.

"Saya sempat dipaksa oleh ibu angkat untuk melayani ayah, namun dalam kondisi itu sempat saya berontak hingga tak berdaya.

"Kemudian, ibu saya pegang kedua tangan dan akhirnya saya diperkosa," ujar SR, seperti dikutip dari Kompas.com artikel 'Campurkan Obat Tidur ke Roti, Ayah Dibantu Ibu Tiri Perkosa Anak Angkat'

Ilustrasi (kriminologi.id)

SR menambahkan, selama menjalankan aksinya, ayah dan ibu angkatnya sering mencampurkan obat tidur ke roti yang diberikan padanya.

Kasus ini telah dilaporkan pihak keluarga bersama kuasa hukumnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Sorong Kota pada Kamis (5/11/2020) lalu.

Pejabat sementara Unit PPA Polres Sorong Kota Bripka Johni Sompotan mengatakan saat ini tengah mengembangkan kasus ini.

Pihaknya telah membentuk tim dari PPA dan Resmob untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Baca juga: Hubungan Ariel Noah dan Mantan Istri Sarah Amalia Pasca 12 Tahun Cerai, Khawatir Soal Anak

Ilustrasi - perkosaan (Kompas)

Akibat perbuatannya, pasangan suami istri itu terancam dijerat Pasal 81 Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara 5-20 tahun.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Seorang gadis 16 tahun dipaksa menikahi ayah tirinya sendiri.

Bedanya, orang yang memaksa gadis malang itu adalah ibu kandungnya sendiri.

Ibu kandungnya memaksa gadis itu untuk menikahi ayah tirinya dengan harapan memiliki keturunan.

Sebab pernikahan ibu kandung dan ayah tirinya yang berjalan 10 tahun tak kunjung dikaruniai buah hati.

Baca juga: Update Zona Merah Covid-19 di Jawa Timur Sabtu 7 November: Sumenep Pasuruan Oranye, Bangkalan Kuning

Ilustrasi wanita menangis (Tribun Sumsel - Tribunnews.com)

Sementara di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ( NTB) , pasangan suami istri (pasutri) juga pernah dilaporkan atas kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis.

Pasangan suami istri ini diduga memperkosa anak angkatnya berinisial RM selama 6 tahun.

"Pasutri ini dijemput di rumahnya di Kecamatan Langgudu. Statusnya diamankan untuk diperiksa lebih lanjut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bima Iptu Hilmi Manossoh Prayugo saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2020).

Kedua suami istri tersebut yakni AM dan FN.

Baca juga: Pekerjaan Kotor Suami Merantau Bawa Uang Rp 4,9 Miliar, Istri Sakit Hati Tahu Profesi Sebenarnya

Ilustrasi suami istri (Freepik)

Setelah kasus ini terbongkar, polisi melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan korban dan sejumlah saksi.

"Karena korbannya mengaku dicabuli saat masih di bawah umur, tapi saat buat laporan usianya sekarang sudah dewasa. Itu yang terus kita dalami. Tunggu saja prosesnya,” ujar Hilmi dikutip dari Kompas.com artikel 'Pasutri di Bima Diduga Perkosa Anak Angkat Selama Bertahun-tahun'

Korban diduga menjadi budak seks selama bertahun-tahun oleh pelaku.

Tak tahan oleh kelakuan bejat orangtua angkatnya, RM memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Kakak korban, RH, menceritakan apa yang dialami adik kandungnya.

Ilustrasi Korban Perkosaan (Kompas.com)

Korban awalnya tinggal di rumah pasangan suami istri AM dan FN sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Ketika itu, korban berusia 15 tahun.

"Dia (korban) dititip orangtua di rumah AM sejak memasuki ujian akhir kelas III SMP, karena jarak dari rumah dengan tempat sekolah harus ditempuh dengan menyebrang laut menggunakan perahu," ujar RH usai mendampingi korban di Mapolres Bima Kota, Rabu.

Ilustrasi pelaku Perkosaan (Tribunnews)

Menurut RH, orangtua kandung mereka sudah saling kenal dengan pasutri tersebut.

Bahkan, orangtua kandung korban menganggap AM layak jadi bapak angkat bagi putrinya.

Namun, bukannya menjadi orang tua, AM justru mencabuli anak angkatnya.

Aksi bejat pelaku itu dilakukan di rumahnya sejak 2014 hingga pertengahan 2019.

Diduga, pencabulan terjadi dalam rentang yang lama, karena korban terpaksa tinggal di rumah pelaku selama bertahun-tahun.

Menurut RH, para pelaku kerap mengancam korban setiap kali melampiaskan nafsu seksual.