Ledakan Mercon Ponorogo

Kakak Beradik Korban Ledakan Mercon Jadi Tumbal Tradisi Terlarang Membuat Balon Udara di Ponorogo

Editor: Dyan Rekohadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Menunjukkan Barang Bukti Yang Diamankan di Lokasi Ledakan Petasan Maut di Desa/Kecamatan Sukorejo, Ponorogo

Penulis : Sofyan Arif Candra , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Kebiasaan buruk atau tradisi terlarang menerbangkan balon udara rupanya jadi motif atau latar belakang terjadinya ledakan mercon di Sukorejo Ponorogo, Selasa (27/4/2021).

Kebiasaan menerbangkan balon udara raksasa sudah jelas-jelas dilarang, tapi masih saja ada warga Ponorogo yang melakukannya.

Kini 2 orang kakak beradik yang tewas dalam ledakan mercon di dusun Ngasinan, Desa/Kecamatan Sukorejo, Ponorogo jadi tumbal kebiasaan terlarang itu.

Kaitan rencana korban membuat balon udara dan mercon raksasa terungkap dari olah TKP setelah ditemukan beberapa petunjuk. 

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis yang mendatangi langsung rumah yang menjadi tempat meledaknya petasan hingga merenggut nyawa kakak beradik itu memimpin langsung olah TKP (tempat kejadian perkara).

Hasilnya, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari bubuk mesiu, bahan-bahan kimia cair, hingga selongsong petasan yang masih kosong.

Polres Ponorogo juga menyita puluhan meter gulungan plastik yang diduga akan dijadikan balon udara serta daun kelapa kering yang akan digunakan untuk menerbangkan balon dengan cara membakarnya.

"Dengan barang bukti yang ada diperkirakan (petasan) ini akan dipasang di balon udara," kata Azis, Rabu (28/4/2021).

Lokasi ledakan mercon di Ponorogo, Selasa (27/4/2021) malam. Kakak beradik tewas. (SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra)

Azis juga menerangkan bahwa tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim akan datang langsung ke Ponorogo untuk melakukan otopsi kepada dua korban yaitu Sunardi (23) dan Samuri (21) di RSUD Dr Harjono Ponorogo.

"Ledakannya cukup besar juga karena terdengar sampai 7 Km," lanjutnya.

Menurut Azis, ledakan tersebut terjadi karena gesekan antara alat yang digunakan untuk mengaduk dengan mesiu.

"Mungkin karena gesekan itu menjadi panas atau timbul percikan api sehingga bisa meledak," terang Azis.

Ledakan petasan mengakibatkan dua kakak beradik Sunardi (23) dan Samuri (21) meninggal dunia di rumahnya di Dusun Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.

Selain barang bukti yang ditemukan di TKP, tetangga korban juga mengetahui rencana korban untuk membuat balon udara dan memasang mercon atau petasan di balon udara itu.

Menurut saksi mata, Toro (24) kedua korban sedang meracik petasan yang rencananya akan dipasang di balon udara dan diterbangkan saat Idul Fitri 1442 H nanti.

Kedua korban memang pernah meracik sendiri petasan, namun tidak sebesar tahun ini.

"Saking banyaknya, kalau biasanya pakai tangan, ini mengaduknya harus pakai mesin," kata Toro, Rabu (28/4/2021).

Toro menduga, karena hal tersebut, petasan yang diracik tetangganya tersebut meledak di dalam rumah.

Saat ledakan terjadi, Toro spontan lari keluar rumah dan melihat ada api yang membumbung tinggi.

Ia pun langsung lari ke rumah tersebut dan mendapati korban sudah tergeletak.

"Kondisi rumahnya hancur, dua rumah sampingannya juga terdampak, kacanya sampai pecah," jelas Toro.

Tubuh Korban Hancur

Ledakan mercon d Ponorogo dipastikan sangat dasyat, hal itu setidaknya terlihat dari kerusakan yang ditimbulkan d TKP.

Selain itu, tubuh korban juga hancur dengan beberapa bagian tubuh terlempar hingga 100 meter.

Tubuh Sunardi (23) korban meledaknya petasan di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo tak lagi utuh.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, bagian yang terpisah dari tubuh utama dan hancur adalah bagian kaki korban.

"Jadi hancur, putus kakinya, mulai dari paha (ke bawah)," kata Azis, Rabu (28/4/2021).

Azis menduga, saat meracik petasan tersebut Sunardi mengapitnya dengan kaki.

"Saat diapit itu meledak akibat gesekan mesin dengan tempat mengaduk atau panas yang dihasilkan mesin," lanjutnya.

Potongan tubuh Sunardi pun hancur dan terlempar ke segala arah.

Saat olah TKP, polisi sudah menemukan sebagian tubuh tersebut dan sudah dijadikan satu dengan tubuh utamanya.

"Ada yang ditemukan di belakang rumah ada juga yang ditemukan masyarakat. Jarak ditemukannya dari rumah korban perkiraan sekitar 100 meter," jelas Azis.

Walaupun beberapa bagian sudah ditemukan, menurut Azis, akan sulit melengkapkan bagian tubuh korban yang hilang.

"Mungkin tidak bisa selengkap sedia kala karena kakinya hancur. Kami juga minta masyarakat sekitar kalau menemukan kita jadikan satu," terang Azis.

Untuk korban kedua, yaitu Samuri (21), bagian tubuhnya masih lengkap.

Kondisi lantai 2 rumah korban. Ledakan mercon yang dasyat membuat dinding rumah di lantai 2 jebol, demikian juga dak beton lantai 2 juga jebol (TribunJatim/Sofyan Arif Candra)

Kerusakan parah uga terlihat dari rumah korban.

Dinding rumah di lantai 2 tempat korban meracik mercon jebol.

Bahkan bagian dasar lantai 2 yang merupakan dak cor beton jadi berlubang.

Beberapa rumah tetangga juga terdampak, kaca-kacanya pecah berantakan.

"Kami mengimbau dengan kejadian ini masyarakat bisa jera dan tidak membuat balon udara karena efeknya bisa gini juga," terang Kapolres Azis. 

Hingga kini, Polres Ponorogo telah mengumpulkan keterangan dari 4 orang untuk menggali keterangan lebih dalam.

Berita Terkini