Lebaran 2021

Mercon Jadi Perhatian Gubernur Khofifah dan Polda Jatim, Berturut-Turut Ledakan Petasan Makan Korban

ILUSTRASI - Polisi melakukan olah TKP ledakan mercon Tulungagung di rumah Abdul Rahman, di Dusun Bangunsari, Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan.

Penulis : Yusron Naufal Putra , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Merconan atau petasan menjadi perhatian khusus di Jatim di saat takbiran keliling yang dilarang bisa diredam.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tradisi mercon atau petasan harus terus menjadi kewaspadaan bersama.

Dia kembali mengingatkan agar kesadaran terus ditingkatkan. Sebab, hal itu demi keselamatan dan perlindungan bersama.

"Kemarin kami koordinasi dengan Pak Wakapolda, karena di Jawa Timur ini,  (selama) puasa ini ada 4 titik (ledakan mercon), ada mercon yang kemudian meledak. Jadi tadi malam yang termasuk ledakannya cukup tinggi, kira-kira seminggu lalu ledakannya cukup tinggi," terang Khofifah.

Di sisi lain Khofifah mengapresiasi takbiran keliling yang relatif tak ditemukan pada malam lebaran di Jawa Timur.

Masyarakat disebut sudah sadar dan memilih menggelar takbiran di musala maupun masjid.

Gubernur perempuan ini menyebut dirinya rutin melakukan pemantauan dengan koordinasi bersama petugas lapangan hingga Kamis dini hari.

"Sampai jam 01.00 lebih dini hari, takbir keliling boleh disebut semua sudah bisa diajak takbir di musala, masjid atau di rumah. Jadi tidak ada takbir keliling," ujar Khofifah, Kamis (13/5/2021).

Sebelumnya Khofifah memang sudah menyampaikan pesan, takbiran keliling di jalan raya dilarang karena berpotensi menyebabkan kerumunan.

Guna menekan potensi kerumunan, takbiran diperbolehkan di Masjid dan Musala sesuai dengan protokol kesehatan.

Berita Populer