Berita Malang Hari Ini

Update Virus Corona Malang Jawa Timur Senin 12 Juli 2021: Positif Covid-19 13924 Sembuh 11572

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Update Virus Corona Malang Jawa Timur Senin 12 Juli 2021: Positif Covid-19 13924 Sembuh 11572

SURYAMALANG.COM, MALANG - Simak perkembangan update virus corona Malang Jawa Timur dan vaksin Covid-19 hingga hari ini Senin 12 Juli 2021. 

Sampai saat ini, terjadi penambahan pasien positif virus corona atau Covid-19 yang cukup signifikan di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. 

Terhitung sampai hari Senin 12 Juli 2021, jumlah total pasien positif Covid-19 kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang kini sudah mencapai 13924 orang.

Melansir dari data Jatim Tanggap Covid-19, ada total 7427 pasien yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 dari Kota Malang dan 4626 dari Kabupaten Malang. 

Sedangkan di Kota Batu, ada 1871 pasien yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19.

Ilustrasi suasana saat pandemi Covid-19 (Kompas.com)

Agar lebih rinci, simak rangkuman update virus corona di Malang Jawa Timur Kota dan Kota Batu berikut ini:

- update virus corona di Kota Malang

Pasien Positif Covid-19 = 7421 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 6328 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 687 orang

Pasien Dalam Pantauan = 412 orang

- update virus corona di Kabupaten Malang

Pasien Positif Covid-19 = 4441 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 3689 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 338 orang

Isolasi di rumah = 317 orang

Gedung observasi = 0 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 282 orang

Pasien Suspek = 6480 orang

- update virus corona di Kota Batu 

Pasien Positif Covid-19 = 1841 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 1555 0rang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 154 orang

Pasien Suspek: 1062 orang

- update virus corona di Jawa Timur

Pasien Positif Covid-19 = 194361 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 165034 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 14527 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 14800 orang

Pasien Suspek = 11659 orang

*Catatan: angka persebaran covid-19 di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Data di atas dikutip dari http://infocovid19.jatimprov.go.id.

Berikut update berita terkait virus corona dan vaksin Covid-19 di Malang Raya dan Jawa Timur:

1. Jumlah Kasus dan Kematian Pasien Covid-19 di Madiun Meningkat karena Covid-19, 2 Kades Meninggal

Ilustrasi - Pemakaman Jenazah Covid-19 Tertukar di Malang (Tribunnews)

Selain Sekda Kota Madiun meninggal karena Covid-19, Di Kabupaten Madiun tercatat dua kepala desa juga meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Dua kepala desa yang meninggal terpapar Covid-19, yakni kepala desa di Kecamatan Jiwan dan kepala desa di Kecamatan Madiun.

Selain angka kasus positif Covid-19 yang nail, angka kematian akibat Covid-19, di Kabupaten Madiun juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari instagram @jatimpemprov, sejak 9 Juli hingga 11 Juli 2021, angka kematian mencapai 11-12 orang per hari. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono, ketika dikonfirmasi, Minggu (11/7/2021) membenarkan.

Ia mengatakan ada dua kepala desa di Kabupaten Madiun yang meninggal setelah terpapar Corona. 

Joko menuturkan, satu di antara dua kepala desa yang meninggal tersebut, usianya masih tergolong muda dibandingkan kepala desa lainnya.

“Benar, ada dua kepala desa yang meninggal. Satu kepala desa di wilayah Kecamatan Jiwan dan satu kepala desa wilayah Kecamatan Madiun,” ujar Joko.

Dia mengatakan, saat ini kasus positif Covid-19 lagi sementara melonjak diseluruh daerah.

Namun, seluruh kepala desa harus menjadi penanggung jawab wilayah sekaligus kepala satgas Covid-19 dilingkup desa.

Oleh sebab itu, dia meminta kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa agar menjaga kesehatan dengan disiplin protokol kesehatan.

Apabila merasa kurang sehat, sebaiknya istirahat dan digantikan dengan aparat desa lainnya. 

“Memang ini tugas yang mulia menyelamatkan masyarakat dari Covid-19 tetapi jangan lupa harus tetap menjaga kesehatan diri sendiri,” ucapnya.

Atas kejadian itu, keluarga besar DPMD Kabupaten Madiun turut berbelasungkawa dan merasa kehilangan atas meninggalnya dua kepala desa tersebut.

Joko berharap tidak ada lagi kepala desa di Kabupaten Madiun yang meninggal karena terkena Covid-19. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Humas Pemkab Madiun, hingga Sabtu (10/7/2021) jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 4.939 orang.

Dari jumlah itu 187 dirawat, 54 isolasi mandiri, 4.385 sembuh dan 313 meninggal dunia.

Selain angka kasus positif Covid-19 yang nail, angka kematian akibat Covid-19, di Kabupaten Madiun juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari instagram @jatimpemprov, sejak 9 Juli hingga 11 Juli 2021, angka kematian mencapai 11-12 orang per hari.  (Rahadian Bagus)

2. Demi Bantu Pasien Covid-19, Tempat Parkir Hingga 5 Kontainer Disulap Jadi Ruang di RSUD dr Soetomo

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu (11/7/2021). (SURYAMALANG.COM/Humas Pemprov Jatim)

Kontainer yang disulap jadi Ruang perawatan pasien kini jadi terobosan baru sebagai bagian dari upaya baru mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

RSUD Dr.Soetomo menyulap lima unit peti kemas (kontainer) menjadi Ruang Triase (Triage) untuk mengoptimalkan penanganan pasien Covid-19 di Jatim.

Ruang yang berfungsi sebagai penerapan prosedur penentuan jenis intervensi medis pasien tersebut, akan diletakkan tepat di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soetomo.

Satu buah kontainer Ruang Triage tersebut dapat menampung sedikitnya 25 orang pasien bergejala sedang, bila disekat menjadi lima area.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap, penyediaan tambahan ruang perawatan medis pasien di RS tersebut , dapat menjadi solusi dari permasalahan membeludaknya pasien rujukan yang dikirim ke RSUD dr Soetomo hingga membuat pelayanan overload.

“Teman-teman bisa melihat pasien sampai meluber di selasar, maka setelah tempat ini siap mereka akan segera dipindahkan ke triage ini,” ujarnya saat meninjau RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu (11/7/2021).

Khofifah menerangkan, satu kontainer akan disekat menjadi lima area kamar yang mampu menampung sedikitnya 25 orang pasien.

Pada masing-masing kamar nantinya, bakal tersedia 5 kasur (bed) termasuk penyaring udara ruangan; Hepa Filter, untuk bisa memberikan layanan bagi 5 orang pasien. 

"Bahkan, pasien yang sebelumnya berada di selasar, sudah mulai bergerak menuju kontainer yang disulap menjadi triage UGD," jelasnya.

Selain menyulap kontainer menjadi ruang perawatan medis itu. Sejak dua pekan lalu, RSUD Dr Soetomo juga sedang menyulap area parkir kendaraan menjadi ruangan tambahan untuk pelayanan IGD, dan ruangan penanganan isolasi pasien dengan kapasitas 150 bed.

Area parkir yang disulap menjadi ruang isolasi bagi pasien Covid-19 tersebut dibagi enam level, yakni 3A dan 3B, lalu 4A dan 4B, serta 5A dan 5B.

Ruang tambahan itu sudah bisa digunakan pada Rabu (14/7/20219) mendatang.

"Menambahkan ruang isolasi seperti karena yang datang ke RSUD dr. Soetomo bukan hanya warga Surabaya melainkan pasien rujukan dari luar kota. Harus tetap ada layanan yang memberikan  pengharapan layanan bagi seluruh masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19," pungkasnya.

RS Lapangan Tembak Surabaya 

Sementara itu, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) yang merupakan gedung lapangan tembak yang diubah fungsi jadi rumah sakit darurat sudah siap

RS yang berada di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya ini akan menerima Pasien rujukan dari sejumlah puskesmas di Surabaya. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menjelaskan RSLT akan menerima150 pasien Covid-19 di tahap awal.

"Semua dari (rujukan) Puskesmas," kata Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita.

Mereka yang datang di RSLT merupakan pasien dengan gejala ringan atau OTG.

"Untuk (Gejala) berat di RSUD Soewandhie. Sedangkan apabila ada yang gejala ringan di RS Soewandhi, akan dibawa ke sini (RSLT)," kata Febria. 

Pada gelombang pertama, pasien akan ditempatkan di gedung D RSLT atau di lantai 1 sisi sebelah selatan.

Sedangkan untuk jumlah total ruangan di RSLT terdiri lima rungan.

"Ada lima ruangan, masing-masing A, B, C, D dan E. Untuk tenaga kesehatan sementara ada sekitar lebih 150an, dari rekrutmen baru," ungkap dia.

Mekanismenya, Febria menjelaskan pasien harus melalui rujukan dari puskesmas. Sehingga, tak bisa langsung datang ke RSLT tanpa rujukan.

Ini akan mempermudah petugas melakukan tracing atau pelacakan kontak erat.

"Yang membawa ke sini Puskesmas. Jadi kalau warga langsung datang pakai ambulance ke sini tidak bisa," jelasnya.

Pasien Covid-19 yang akan menjalani perawatan di RSLT juga harus membawa beberapa dokumen. Yakni, membawa KTP, KK serta hasil PCR positif baik dari Puskesmas ataupun laboratorium lain. 

"Tergantung dari mereka periksanya (Swab PCR) di mana. Tapi tetap yang membawa ke sini (RSLT) dari Puskesmas, karena semua agar terdata," tutur Febria.

Kapasitas total RSLT mencapai 1000 bed. Ini merupakan akumulasi dari beberapa ruangan di RSLT. 

Nantinya, pasien OTG dan gejala ringan yang berada di Hotel Asrama Haji (HAH) bakal dipindah ke RSLT.

Sedangkan di HAH akan menjadi tempat pasien dengan gejala batuk dan pilek. 

"Jadi pasien (Asrama Haji) dipindah ke sini (RSLT) supaya tidak penuh. Di sana kita fokuskan hanya OTG, batuk, pilek," paparnya.

Feny menambahkan, RSLT juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Di antaranya, dengan ruangan IGD, rawat inap, radiologi, farmasi hingga laboratorium. 

"Laboratorium akan digunakan untuk ambil sampel dan pemeriksaan ringan. Jadi di RSLT ini ada lima ruangan, masing-masing diisi OTG, dan gejala ringan. Kalau gejala berat, ke RSUD Soewandhie," pungkasnya. (Luhur Pambudi)

Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.OM

Ikuti Berita Terkait Virus Corona Malang dan Berita Malang Hari Ini Lainnya

Berita Terkini