SURYAMALANG.COM, MALANG - Kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat Kota Malang menjadi lokasi langganan macet saat akhir pekan dan libur panjang.
Tidak sedikit, masyarakat memposting di berbagai akun media sosial mengeluhkan macetnya kawasan Kayutangan Heritage.
Kepala Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Ir. Hendi Bowoputro mengatakan, bahwa parkir sembarangan menjadi penyebab kemacetan di Kayutangan Heritage.
"Yang bikin macet itu adalah karena parkir sembarangan. Kondisi lokasi parkir sudah penuh, tetapi masyarakat tetap memaksa untuk parkir sehingga diam di badan jalan. Itu kan banyak terjadi seperti itu," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (7/7/2023)
Dirinya menjelaskan, bahwa seharusnya masyarakat memiliki kesadaran. Disamping itu, juga butuh ketegasan penindakan dari pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
"Masyarakat juga harus sadar bahwa kalau sudah penuh, maka jangan memaksa parkir. Karena yang membuat macet, adalah memaksa parkir,"
"Selain itu, Dishub Kota Malang juga harus tegas dalam menindak. Kalau tidak dilakukan penindakan, maka tetap saja macet," jelasnya.
Dirinya pun menambahkan, seharusnya arus lalu lintas di kawasan Kayutangan Heritage tetap dapat berjalan mengalir. Karena di kawasan tersebut, sudah diterapkan satu arah.
"Arus lalu lintas pasti akan mengalir, karena tidak ada crossing atau persimpangan," pungkasnya.
Baca tanpa iklan