SURYAMALANG.COM, MALANG - Perum Bulog Cabang Malang merasa cukup sulit menyerap gabah dan beras hasil panen petani. Kesulitan ini terkendala karena tidak sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kepala Perum Bulog Cabang Malang Siane Dwi Agustina menegaskan Bulog tidak bisa membeli beras dan gabah di atas HPP.
"Tidak bisa beli di atas HPP," ujarnya.
Selama ini, Bulog membeli gabah dan beras sesuai ketentuan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafikasi Harga Gabah dan Beras. HPP gabah kering giling (GKG) di gudang Perum Bulog dipatok Rp 6.300 per Kg dan harga beras di gudang Bulog Rp 9.950 per kg.
Di sisi lain, harga gabah dan beras di petani sudah melampaui HPP sampai tak terbeli oleh Bulog. Di Kecamatan Singosari, harga gabah kering panen di petani semula Rp 5.800 per Kg menjadi Rp 6.700 per Kg. Harga beras semula di bawah Rp 12.000 per Kg menjadi Rp 13.200 per kg.
Siane mengatakan, Bulog Malang terus berusaha pengadaan beras yang melibatkan mitra kerja. Selama Januari-September telah terealisasi 11.800 ton dari target 23.000 ton selama 2023. Target penugasan menyerap beras petani itu direvisi dari sebelumnya 27.000 ton setahun.
Saat ini, stok beras dalam negeri di gudang Bulog Malang sebanyak 4.500 ton. Pada November nanti, ada tambahan cadangan beras pemerintah dari pengadaan luar negeri sebanyak 7.500 ton. Sedangkan selama Januari-Oktober ini, stok beras untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1.588 ton.
"Sisa stok beras dengan asumsi stok beras saat ini ditambah dengan beras luar negeri yang akan masuk gudang pada November 7.500 ton. Sedangkan kebutuhan 3.500 ton," kata Siane.
Ia menjelaskan kebutuhan beras 3.500 ton untuk program bantuan pangan nontunai di Malang Raya meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Termasuk Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Kebutuhan beras untuk bantuan pangan di Malang Raya sebanyak 228,65 ton, adapun kebutuhan Kota Malang 22,865 ton. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kg beras.
Dengan stok beras yang ada, ia memastikan kebutuhan beras bantuan pangan tercukupi sampai November. Sedangkan peran Bulog dalam stabilisasi harga dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional dan toko kelontong.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meminta Bulog bisa berkolaborasi dengan pemerintah agar bisa mengendalikan harga beras. Pemerintah Kota Malang akan menggelar pasar murah untuk mengatasi harga beras yang tak kunjung turun. Hal ini juga berkaitan dengan upaya mengendalikan inflasi di Kota Malang.
"Ada 11 strategi yang kami jalankan untuk mengendalikan inflasi, salah satunya ya pasar murah," paparnya.
10 strategi lainnya adalah penguatan belanja UMK oleh ASN/Karyawan, penundaan kenaikan tarif Angkota dan PDAM, pengetatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), subsidi BBM untuk angkutan umum, kerjasama antar daerah dengan daerah produsen, perluasan gerakan Urban Farming, diversifikasi bahan makanan pokok non beras, penguatan sinergi antar lembaga percepatan realisasi belanja, peningkatan dan percepatan infrastruktur padat karya. (
Baca tanpa iklan