Sumenep

Angka Kematian KLB Campak di Sumenep Sudah 20 Anak, Menkes RI Ingatkan Pentingnya Imunisasi

Editor: Dyan Rekohadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TINJAU IMUNISASI : Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin tinjau imunisasi di Kabupaten Sumenep, Madura pada Kamis (28/8/2025).

Laporan : Ali Hafidz Syahbana

SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Angka kematian pada anak akibat wabah campak di Sumenep, Madura bertambah.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, bahwa tercatat sudah ada 20 korban meninggal dunia akibat penyakit campak di wilayah Kabupaten Sumenep.

Baca juga: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Turun Langsung ke Sumenep, Pastikan Imunisasi Campak Berjalan

Jumlah tersebut ada kenaikan, jika dibandingkan pada 26 Agustus 2025 jumlah korban meninggal akibat campak masih tercatat 17 anak karena belum dilakukan imunisasi.

"Sudah ada 20 yang meninggal," kata Budi Gunadi Sadikin saat meninjau langsung pelaksanaan program imunisasi masaal di TK-PAUD Qurrota A'yun Desa Marengan Daya Kecamatan Kota Sumenep, pada Kamis (28/8/2025).

Mantan Wakil Menteri BUMN 1 2019 ini berharap, tidak ada lagi kenaikan korban campak di Sumenep ini.

Apalagi, pihaknya sudah mengirimkan 11.000 vial vaksin campak untuk memutus penularannya.

"Saya rasa gak boleh ada yang meninggal karena campak, karena sudah ada vaksinnya," tegas Budi Gunadi Sadikin di depan tim imunisasi dari Puskesmas dan juga para guru di sekolah Qurraota A'yun Sumenep.

Dari 11.000 vaksin tersebut, dinilai cukup untuk imunisasi bagi 80.000 anak yang ada di daratan dan wilayah kepulauan.

"Semua logistik berupa vaksin untuk campak sudah kami kirim ke Sumenep," sebutnya.

Dengan demikian, dalam dua minggu ke depan diminta untuk tidak ada lagi penambahan kasus campak dan bahkan korbannya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dengan hoaks vaksinasi karena sangat berbahaya, karena itu membuat masyarakat takut untuk ikut program imunisasi.

"Banyak berita-berita hoaks mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi, karena nanti dimasukkan ini, dimasukkan itu. Padahal itu sangat berbahaya dan jahat sekali," tegasnya.

Oleh sebab itu pintanya, dengan pelaksanaan imunisasi selama dua minggu berlangsung ke depan harus diberikan tepat waktu. Dan bila ada yang belum lengkap, segera lengapi tanpa menunggu terjadi.

"Masyarakat diimbau untuk tidak menunda dan tidak takut imunisasi, karena vaksin campak ini terbukti aman, bermutu dan juga diberikan secara gratis oleh pemerintah," paparnya.

Untuk diketahui sebelumnya, data yang tercatat di Dinas Kesehatan P2KB Sumenep hingga 26 Agustus 2025 sebanyak 2.268 kasus campak dengan 17 di antaranya meninggal dunia karena belum imunisasi sama sekali dan salah satunya menerima imunisasi tak lengkap.

Dalam memutus wabah campak dalam kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) ini, Pemkab Sumenep menggelar imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) yang dimulai 25 Agustus 2025.

Program tersebut menyasar 73.969 anak di wilayah daratan maupun kepulauan Sumenep.

 

Berita Terkini