Kota Batu
Banyak Wisatawan Berlibur ke Kota Batu saat Nataru, Tapi Enggan Menginap di Hotelnya
Kunjungan wisatawan ke tempat wisata di Kota Batu saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami kenaikan
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Banyak didatangi wisatawan, namun wisatawan memilih untuk langsung pulang, tanpa menginap di hotel Kota Batu
- Menurut Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, dari pantauan keamanan dan lalu lintas saat libur Nataru lalu menunjukkan pergerakan wisatawan yang tinggi, namun nyatanya tak sejalan dengan tingkat hunian hotel yang lesu
- Berdasarkan data dan hasil konfirmasi dengan PHRI Kota Batu, tingkat keterisian kamar hotel juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya
SURYAMALANG.COM, BATU - Kunjungan wisatawan ke tempat wisata di Kota Batu saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami kenaikan.
Sayangnya, meski naik dan Kota Batu banyak didatangi wisatawan, namun wisatawan memilih untuk langsung pulang, tanpa menginap di hotel seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, dari pantauan keamanan dan lalu lintas saat libur Nataru lalu menunjukkan pergerakan wisatawan yang tinggi, namun nyatanya tak sejalan dengan tingkat hunian hotel yang lesu.
Selain itu, berdasarkan data dan hasil konfirmasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 kemarin rata-rata di angka 48 hingga 53 persen. Yang sampai 60 persen sangat jarang dan itu menjadi catatan khusus,” kata AKBP Andi Yudha Pranata kepada SURYAMALANG.COM, Senin (5/1/2026).
Andi mengatakan ada beberapa faktor yang membuat tak banyak wisatawan menginap di Kota Batu, salah satunya ialah polarisasi wisatawan saat akhir tahun.
Seperti halnya banyak wisatawan juga memilih berlibur ke Jogja dibanding ke Kota Batu.
Baca juga: Wali Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir, Instruksikan DPUPR Lakukan Pemetaan Udara
“Banyak wisatawan yang juga memilih berangkat pagi dan langsung pulang hari itu juga tanpa menginap,” ujarnya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Wakapolres Blitar itu menjelaskan, lesunya okupansi hotel di Kota Batu itu sesuai dengan volume kendaraan yang keluar dari Tol Singosari, Tol Pakis, dan Tol Madyopuro.
Wisatawan yang datang ke Batu mayoritas bersifat sementara atau langsung pulang tanpa menginap.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi menambahkan, menurunnya daya beli masyarakat dan semakin banyaknya pilihan wisata di Indonesia menjadi faktor utama okupansi hotel di Kota Batu saat malam tahun baru 2025 ke 2026 turun drastis.
Okupansi tahun 2024 mencapai 90 persen, sedangkan tahun 2025 rata-rata okupansi hotel di Batu hanya di bawah 70 persen.
“Penyebabnya banyak faktor, mulai daya beli masyarakat yang masih belum membaik, kemudian daerah lain juga membangun pariwisata mereka, sehingga semakin banyak pilihan lain untuk menghabiskan malam tahun baru,” jelas Sujud Hariadi kepada SURYAMALANG.COM.
Sujud menyatakan faktor lain yang membuat okupansi hotel di Kota Batu lesu juga dikarenakan semakin banyaknya pilihan akomodasi dan tempat wisata di luar kota.
“Kayaknya tingkat kunjungan secara total memang menurun. Masyarakat memilih berwisata tanpa menginap,” pungkasnya.
| Panen Raya Buah Apel, Wali Kota Batu Surati Kementerian Soal Subsidi Pupuk bagi Petani di Pegunungan |
|
|---|
| Efisiensi Energi, Pemkot Batu Batasi Perjalanan Dinas Luar Kota dan Luar Negeri |
|
|---|
| Pemkot Batu Terapkan Skema Perubahan Pola Kerja untuk Efisiensi Energi, Ini Daftar Dinas yang WFO |
|
|---|
| Respons Warga Soal Rencana Pemanfaatan Sumber Genengan untuk Solusi Air Bersih di Selatan Kota Batu |
|
|---|
| Cek Harga Tiket Destinasi Wisata Mikutopia di Kota Batu, Info Tiket Wahana dan Panduan Menuju Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/LIBUR-NATARU-Suasana-lalu-lintas-di-Kota-Batu-saat-musim-libur-Nataru-20252026.jpg)