Minggu, 19 April 2026

Kota Batu

Beragam Komentar Warga Kota Batu Terkait Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Beragam komentar disampaikan masyarakat seusai Pemerintah menaikan harga BBM nonsubsidi.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
BBM NONSUBSIDI NAIK - Suasana SPBU Pertamina di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Minggu (19/4/2026). Tak ada antrean kendaraan yang berarti pasca naiknya harga BBM nonsubsidi. 

Ringkasan Berita:
  • Terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi, warga Kota Batu, Susanto (50) menilai, publik tak perlu gaduh. Sebab kenaikan itu peruntukannya bagi kendaraan masyarakat kelas menengah ke atas
  • Fauzi warga Kota Batu lainnya, menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi ini tergolong tinggi. Kini ia memilih untuk mencampur BBM mobilnya dari yang awalnya full Dexlite dengan Biosolar

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Beragam komentar disampaikan masyarakat seusai Pemerintah menaikan harga BBM nonsubsidi.

Warga Dusun Glonggong, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Susanto (50) menilai, publik tak perlu gaduh terkait kenaikan harga BBM yang memang peruntukannya bagi kendaraan masyarakat kelas menengah ke atas itu.

Menurutnya, jika dibanding dengan harga rokok, harga BBM nonsubsidi saat ini masih tak ada apa-apanya.

“Kita lihat, harga rokok saja lebih mahal dari itu masyarakat tetap beli, tanpa heboh atau protes, padahal sudah ada keterangannya merugikan kesehatan tapi tetap dibeli."

"Dari situ saja seharusnya sudah tidak perlu berisik soal kenaikan harga BBM ini,” kata Susanto yang bekerja sebagai karyawan swasta itu kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai naiknya harga BBM nonsubsidi ini masih tergolong rendah.

Sebab jika dibanding dengan negara lain, harga BBM jauh lebih mahal.

Baca juga: Silhouette Crochet, Usaha Kerajinan Tangan Desy Pratiwi Putri di Kota Batu Tembus Pasar Luar Negeri

“BBM naik tidak sampai 10 ribu. Tapi bisa digunakan satu keluarga (mobil)."

"Kalau rokok, harga sebungkus katakanlah Rp 40 ribu dipakai sendiri, tapi kan tetap beli."

"Yang jelas kalau kendaraan dianggap sebagai kebutuhan, itu tidak mahal bagi saya."

"Kecuali naiknya sampai Rp 100 ribu. Beli mobilnya saja bisa, masak beli BBM tidak bisa,” pungkasnya.

Tak senada dengan Susanto, Fauzi warga Desa Sumberejo menilai, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini tergolong tinggi.

Kini ia memilih untuk mencampur BBM mobilnya dari yang awalnya full Dexlite dengan Biosolar.

“Ya mau tidak mau saya variasi. Naiknya banyak."

"Daripada kantong kering. Tapi untuk awal ini mungkin mobil saya pakai Dexlite 80 persen, Biosolarnya 20 persen saja untuk menghemat,” jelas Fauzi.

BBM Pertamina yang mengalami kenaikan yakni Pertamax Turbo RON 98 dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter, Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter, Pertamina DEX dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter.

Saat ini situasi di sejumlah SPBU Kota Batu tergolong landai dan tak ada antrean kendaraan yang berarti.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved