Kamis, 28 Mei 2026

Tips Jual Hewan Kurban

Cek Kesehatan Hewan Kurban di Lapak dan Peternakan Kota Batu, Ini Kasus yang Paling Banyak Ditemukan

Pemkot Batu telah menerjunkan tim gabungan untuk cek kesehatan hewan kurban di lapak dan peternakan, jelang Iduladha 2026

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
HEWAN KURBAN - Lapak hewan kurban di Kota Batu jelang Iduladha 2026. Pemkot Batu telah menerjunkan tim gabungan untuk cek kesehatan hewan kurban di lapak dan peternakan. 
Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Sebelum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026) mendatang, Pemkot Batu telah menerjunkan tim gabungan untuk cek kesehatan hewan kurban di lapak dan peternakan.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP), Dinas Kesehatan dan dokter hewan dikerahkan untuk memastikan hewan kurban yang akan diperjual-belikan dalam kondisi sehat serta memenuhi ketentuan.

Bahkan dalam hal ini, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto juga ikut serta melakukan pengecekan dan memberikan vitamin bagi hewan kurban.

Dalam sidak jelang Iduladha 2026, total sudah ada sembilan lokasi di Kota Batu yang didatangi tim gabungan.

Hasilnya, kondisi kesehatan hewan kurban di Kota Batu dinyatakan aman untuk disembelih.

“Dari hasil pemeriksaan klinis oleh dinas dan dokter hewan kemarin, Alhamdulilah menunjukkan seluruh hewan kurban dinyatakan sehat dan layak."

"Jadi warga Batu tidak perlu khawatir atau was-was lagi saat membeli,” kata Heli Suyanto kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: Harga Plastik Mahal, Pemkot Batu Imbau Warga Gunakan Daun Pisang dan Besek Bambu untuk Daging Kurban

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno menjelaskan, tahun sebelumnya ada beberapa temuan kasus pada hewan.

Di antaranya penyakit kulit menular Orf pada kambing dan domba yang disebabkan oleh virus Parapoxvirus.

“Untuk hewan yang mengalami kasus seperti ini kami berikan obat, dan kami minta agar dilakukan isolasi serta larangan untuk dijual,” ujar Hendry kepada SURYAMALANG.COM.

Sedangkan kasus terbanyak saat pemeriksaan Ante Mortem tahun 2025, di antaranya umur hewan kurban tidak cukup atau belum dewasa, betina produktif, mata merah dan sedang dalam kondisi flu.

Temuan yang seperti ini menurut Hendry, Dinas meminta agar pedagang mengganti hewan tersebut dengan hewan yang sudah sesuai ketentuan.

“Yang sakit diisolasi, diobati, dilarang untuk disembelih atau jika tidak parah harus disembelih paling akhir,” jelasnya.

Sedangkan penemuan kasus saat pemeriksaan Post Mortem tahun 2025, dinas terkait menemukan kasus Fasciolosis atau cacing pada organ hepar dan pneumonia dan bercak merah pada organ paru.

“Yang seperti ini harus dibuang keseluruhan bagian yang rusak, dikubur atau dibakar,” pungkasnya.

Baca juga: Jerit Pedagang Hewan Kurban di Kota Batu saat Transaksi Mengalami Penurunan Jelang Iduladha 2026

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved