Senin, 27 April 2026

Surabaya

Akad Massal KUR untuk 800 Ribu Debitur, Pemerintah Optimis Buka Luas Lapangan Kerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memimpin Akad Massal KUR bagi 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/FATIMATUZ ZAHROH
AKAD MASSAL - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memimpin Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (21/10/2025) sore. Fatimatuz zahroh/Surya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memimpin Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (21/10/2025) sore.

Didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (P2MI) RI, Mukhtarudin, serta Menteri Koperasi dan UMKM RI Maman Abdurrahman, kegiatan ini dilakukan hybrid luring dan daring dari 38 provinsi se-Indonesia. 

Akad massal KUR ini digadang akan memajukan ekonomi dan aktif menumbuhkan jutaan tenaga kerja di Indonesia

“Hari ini kita telah menyaksikan akad massal sebanyak 800.000 debitur baru serentak se-Indonesia di 38 provinsi. Sebagian daring, namun yang hadir langsung ditempat ini ada sebanyak 1.940 debitur,” tegas Airlangga.

Sebanyak 1.940 debitur yang hari ini hadir terdiri dari KUR Reguler sebanyak 1.800 debitur, kemudian KUR pekerja migran sebanyak 40 debitur dan kredit perumahan sebanyak 100 calon debitur. 

“Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebanyak Rp 300,7 trilliun tahun ini, yang terdiri dari KUR sebesar 282,57 triliun, kredit alsintan sebesar 199,42 miliar, kredit industri padat karya sebesar 754 miliar dan kredit program perumahan sebesar 17,18 triliun,” tegasnya.

“Ini adalah komitmen untuk memperluas jangkauan dari KUR lebih dari 3,5 juta debitur pelaku UMKM,” imbuh Airlangga. 

Dari target tersebut, realisasinya per hari ini telah mencapai 76,86 persen atau Rp 217 trilliun. Dan KUR produksi telah mencapai 62 persen atau Rp 131,87 trilliun

“Selanjutnya kita apresiasi KUR ini Non-Performing Loan nya rendah yaitu 2,28 persen dan lebih rendah dibandingkan rata-rata,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Koperasi dan UMKM RI Maman Abdurrahman menegaskan bahwa 3,5 juta debitur yang distribusikan program KUR ini, setiap entitas UMKm menyerap 2 hingga 3 orang.

“Kalau kita asumsikan bahwa per satu sektor usaha itu kurang lebih menyerap 2-3 orang, maka sekitar 7-9,5 juta pekerja yang terserap lewat program KUR ini,” tegas Maman.

Pihaknya optimis bahwa dengan dukungan besar lintas sektor dan juga kepala daerah, perluasan penyerapan program KUR akan signifikan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. 

“Bahkan berkat arahan Presiden Prabowo, hari ini pertama kali kita mencapai sejarah bahwa alokasi KUR di sektor produksi mencapai angka 60 persen, yang selama ini belum tercapai,” tegas Maman.

“Karena ini memberikan impact ekonomi penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan lebih besar,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved