Senin, 4 Mei 2026

Bangkalan

Kisah Polisi Bangkalan Terluka Disabet Parang Maling Hewan, 2 Kali Lepas Tembakan Peringatan

Kisah Polisi Bangkalan Terluka Disabet Parang Maling Hewan, 2 Kali Lepas Tembakan Peringatan

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Faisol
TERBARING LEMAH - Personel Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan, Briptu Khairul Mufid, menceritakan kronologi upaya penangkapan terhadap terduga pelaku curwan berinisial AM, warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh kepada Kapolres AKBP Hendro Sukmono saat membesuknya di RSUD Syamrabu, Sabtu (13/12/2025) malam. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Personel Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan, Briptu Khairul Mufid, terbaring lemah saat dijenguk Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono di RSUD Syamrabu Bangkalan, Sabtu (13/12/2025) malam.

Mufid menderita dua luka akibat sabetan parang yang diayunkan terduga pelaku pencurian hewan (curwan) berinisial AM, warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh hingga mengenai perut sisi depan kanan dan pinggang bagian belakang sisi kiri.

Dua luka sabetan itu ditunjukkan kepada AKBP Hendro yang malam itu didampingi Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, Kasi Humas Ipda Agung Intama, serta sejumlah kepala unit di satuan fungsi Satreskrim Polres Bangkalan.

“Waktu AM turun dari mobil langsung todongkan parang, pertama ke Fauzi setelah itu kabur."

"Saya kejar sampai sejauh sekitar 3 Km memasuki area perkampungan, dia bawa senter yang diarahkan ke mata saya, silau, saya mengejar awalnya sendirian dan ada rekan menyusul,” ungkap Mufid kepada Hendro.

Baca juga: Maling Hewan di Bangkalan Madura Nekat Bacok Polisi saat Penangkapan, Akhirnya Ditembak dan Tewas

Upaya penangkapan terhadap AM terekam CCTV rumah warga dan beredar di sejumlah grup WhatsApp.

Dalam video berdurasi 41 detik itu, tampak dua pria mengejar satu pria sambil berteriak maling.

Sesaat kemudian dua pria mengambil langkah mundur, sementara satu pria berjalan maju sambil menghunus parang hingga terdengar letupan suara pistol sebanyak 5 kali.

“Izin komandan, saya tahu dia bawa senjata tajam. Awalnya dia ayunkan parang tetapi saya berhasil mengambil dari sisi kiri, tanpa saya sadari ternyata dia bawa satu sajam lagi berupa parang, sajam (cadangan) itu mengenai tubuh saya, saya lepaskan tembak peringatan,” pungkas Mufid.

AKBP Hendro memaparkan, peristiwa itu terjadi berawal ketika sebanyak sembilan personel Unit Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan bergerak sejak Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas beberapa laporan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Burneh berkaitan maraknya perkara curwan berupa sapi.

“Sempat terjadi duel, pelaku AM juga terluka pada bagian tangannya namun tetap tidak menyerah. Situasi itu memaksa anggota kami mengambil tindakan tegas,” ungkap Hendro.

Sebelumnya, lanjut Hendro, personelnya dua kali melepaskan tembakan peringatan namun tidak diindahkan.

Malahan AM mengacungkan sajam jenis parang ke anggota sehingga terpaksa dilumpuhkan pada bagian kaki.

“Itu pun tidak membuat pelaku menyerah, namun pelaku berangsur lemah dan anggota kami dengan segera membawa ke rumah sakit tetapi jiwanya tidak tertolong,” terangnya.

Ia menambahkan, AM merupakan residivis yang diamankan Polres Bangkalan pada tahun 2020 atas perkara pencurian dengan kekerasan.

Selain itu, Satreskrim Polres Bangkalan mengamankan satu pria lainnya berinisial Z dan masih memburu satu orang lainnya berinisial S.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved