Jumat, 8 Mei 2026

Sidoarjo

CFD Hari Pertama di Alun-alun Sidoarjo Sumbang Sampah 4,7 Ton Sehari

Saat car free day (CFD) hari pertama di Alun-alun Sidoarjo, ada sampah hingga sekitar 4,7 Ton dalam sehari, Minggu (1/2/2026).

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/Istimewa
CFD SIDOARJO : Suasana alun-alun Sidoarjo dengan ribuan warga di hari pertama dibukanya kembali car free day, hari Minggu (1/2/2026). Dampaknya, ada 4,7 ton sampah yang dihasilkan dari kegiatan itu. 
Ringkasan Berita:
  • Hari pertama CFD di Alun-Alun Sidoarjo kembali digelar, ada 4,7 ton sampah dalam sehari.
  • Sampah botol minuman plastik, bungkus makanan ringan hingga sisa bungkus kuliner PKL terlihat berserakan di trotoar dan area rumput Alun-alun Sidoarjo.
  • DLHK Sidoarjo mengerahkan sejumlah petugas dan truk untuk mengangkut sampah dari Alun-alun Sidoarjo menuju TPA Griyo Mulyo, Jabon.
  • Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat menyebut volume sampah saat CFD melonjak drastis dibandingkan hari biasa.

 

SURYAMALANG.COM | SIDOARJO – Saat car free day (CFD) hari pertama di Alun-alun Sidoarjo, ada sampah hingga sekitar 4,7 Ton dalam sehari, Minggu (1/2/2026).

Banyaknya tumpukan sampah itu seperti jadi efek kurang bagus akibat tingginya antusiasme luar biasa warga Sidoarjo menyambut CFD di Alun-alun Sidoarjo.

Sekadar diketahui pembaca, CFD di Alun-alun Sidoarjo kembali dibuka setelah vakum panjang sejak 2019.

Warga tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga penasaran ingin berswafoto di monumen Jayandaru dan area taman yang kini lebih estetik dan tertata.

Ratusan PKL juga berjejer di sana.

Banyaknya orang yang berkumpul itu ternyata berdampak pada banyaknya tumpukan sampah.

Botol minuman plastik, bungkus makanan ringan, hingga sisa bungkus kuliner PKL terlihat berserakan di trotoar dan area rumput, meski tempat sampah telah disediakan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo harus bekerja ekstra keras.

Sejumlah petugas dikerahkan, bahkan truk-truk juga dikerahkan untuk mengangkut sampah dari sana menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Butuh Dana Rp 2,3 Triliun untuk Menangani Banjir

Volume sampah melonjak

Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan. 

Volume sampah pada hari perdana tersebut melonjak drastis dibandingkan hari-hari biasa.

“Total sampah dari CFD perdana saat pembukaan Alun-Alun Sidoarjo mencapai 4,7 ton. Didominasi oleh plastik sekali pakai,” ungkap Hajid, Selasa (3/2/2026).

Angka ini sangat jomplang jika dibandingkan dengan beban sampah harian.

Menurut Hajid, volume tersebut mencapai tiga kali lipat dari biasanya. 

Jika pada Minggu biasa sampah hanya berkisar sepertiganya, kali ini lonjakan massa benar-benar meninggalkan jejak polusi yang signifikan.

Ya, pada hari pertama dibukanya kembali CFD kemarin, kepadatan yang terasa di seputaran alun-alun.

Bahkan, jalan-jalan di sekitarnya juga mengalami sejujmlah kemacetan.

Dampak dari kegiatan itu.

Sayangnya, tingginya animo ini belum dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan.

Banyak pengunjung yang meninggalkan sampah begitu saja di kursi taman atau di bawah pohon.

“CFD seharusnya menjadi momentum edukasi lingkungan, bukan sekadar relokasi pasar atau tempat kerumunan," katanya.

Menurutnya CFD adalah gerakan global yang lahir dari kesadaran lingkungan.

Karena itu, masyarakat dan pelaku UMKM harus bertanggung jawab. 

"Kami imbau pengunjung membawa tumbler sendiri dan UMKM wajib mengelola sampah dagangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika pola perilaku masyarakat tidak berubah, maka wajah baru Alun-Alun Sidoarjo yang cantik terancam cepat kumuh. 

Ia berharap CFD menjadi ruang publik yang sehat secara fisik, sekaligus sehat secara ekosistem.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved