Rabu, 3 Juni 2026

Trenggalek

Program MBG untuk Siswa di Trenggalek Berlanjut Saat Ramadan dengan Paket Makanan Kemasan Sehat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Kabupaten Trenggalek tetap berjalan selama Ramadan 2026.

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra
MBG SELAMA RAMADHAN - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (6/9/2025). Siswa di Trenggalek tetap mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 2026. 

Ringkasan Berita:
  •  Badan Gizi Nasional memastikan distribusi MBG untuk siswa tetap berlangsung di seluruh wilayah Trenggalek selama Ramadan. 
  • Paket makanan sehat dikirim langsung ke sekolah mulai 23 Februari 2026 hingga menjelang Idulfitri

 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Kabupaten Trenggalek tetap berjalan selama Ramadan 2026.

Layanan dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini kembali didistribusikan mulai Senin, 23 Februari 2026 setelah sempat berhenti di awal bulan puasa.

Mekanisme penyaluran disesuaikan agar mendukung kegiatan belajar sekaligus menghormati ibadah puasa.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek, Neo Ordikla, mengatakan BGN telah menginstruksikan agar layanan MBG tetap berjalan untuk anak sekolah selama Ramadan.

"Untuk pelayanan MBG dari Badan Gizi Nasional ada instruksi mulai Senin, 23 Februari 2026 untuk anak sekolah," ujar Neo, Rabu (18/2/2026).

Selama Ramadan, pemberian MBG dilakukan melalui paket makanan kemasan sehat yang didistribusikan langsung ke sekolah. 

BGN juga mengintruksikan agar menu MBG selama periode tersebut disiapkan dalam kemasan sehat tanpa menggunakan produk ultra processed food (UPF)

"Setiap sekolah akan menerima menu berupa paket makanan kemasan sehat. Pengirimannya dari Senin sampai Sabtu," jelas Neo.

Sedangkan untuk teknis pengiriman dapat menyesuaikan kapasitas dapur penyedia, termasuk kemungkinan pengiriman secara dirapel.

"Pemberiannya enam hari. Sistem pengiriman bisa dirapel sesuai kebijakan dapur dan kemampuan masing-masing," tambahnya.

Neo menegaskan kebijakan ini berlaku untuk seluruh wilayah Trenggalek karena merupakan arahan langsung dari BGN.

Dengan skema tersebut, siswa tetap memiliki akses terhadap asupan gizi selama Ramadan.

Meski layanan tetap tersedia, sekolah diberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kebijakan internal. 

Satuan pendidikan diperbolehkan menolak distribusi MBG jika memiliki pertimbangan tertentu, misalnya untuk mendukung siswa belajar berpuasa.

"BGN memberikan dua opsi, sekolah bisa menerima atau tidak menerima. Jika tidak bersedia, sekolah membuat surat penolakan dan berkoordinasi dengan SPPG," pungkasnya.

Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved