Gresik
Warga Gresik Ancam Petugas Ekspedisi dengan Celurit Gara-Gara Pinjam Charger Ditolak
Seorang warga Gresik berinisial MD diamankan polisi setelah diduga mengancam petugas ekspedisi dengan celurit.
Ringkasan Berita:
- Seorang warga Gresik berinisial MD diamankan polisi setelah diduga mengancam petugas ekspedisi dengan celurit.
- Peristiwa terjadi di kantor J&T Jalan Usman Sadar, Karangturi, Gresik, Minggu (8/3/2026).
- Insiden bermula ketika pelaku meminta izin meminjam charger handphone namun ditolak petugas.
- Kasus ini kini dalam pendalaman Polsek Gresik Kota dan menjadi perhatian masyarakat.
SURYAMALANG.COM, GRESIK - Insiden menghebohkan terjadi di kantor ekspedisi J&T Gresik ketika seorang warga mengancam petugas dengan celurit.
Ancaman itu dipicu oleh penolakan permintaan pelaku untuk meminjam charger handphone.
Peristiwa sempat viral di media sosial dan langsung ditindaklanjuti Polres Gresik.
Saat ini, pelaku dan korban telah diperiksa untuk mendalami kasus tersebut.
Kepolisian Resor (Polres) Gresik melalui Polsek Gresik Kota mengamankan seorang yang diduga mengancam menggunakan senjata tajam (sajam) di kantor ekspedisi J&T, Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik, Rabu (11/3/2026).
Peristiwa tersebut sempat beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. Kemudian, Polisi menerima informasi terkait kejadian tersebut melalui layanan pengaduan 110 pada Senin (9/3/2026).
Kapolsek Gresik Kota Iptu Muhammad Kevin Ramadhan, mengatakan, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Pada saat itu seorang pria berinisial MD datang ke kantor ekspedisi J&T di Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik, untuk mengambil paket kiriman berupa gantungan kunci.
Sesampainya di lokasi, yang bersangkutan mengambil nomor antrean. Namun saat menunggu giliran, baterai telepon selulernya hampir habis, sementara nomor resi paket berada di dalam ponsel tersebut.
Pria tersebut kemudian meminta kepada salah satu petugas ekspedisi berinisial FE untuk meminjam pengisi daya (charger) ponsel. Namun permintaan tersebut diduga memicu kesalahpahaman, setelah pelaku mengaku mendapat respons dengan nada tinggi dari petugas.
Saat terjadi perdebatan, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan akhirnya meninggalkan lokasi.
"MD kemudian pulang ke rumahnya di Karangturi, Gresik. Jarak rumah pelaku dengan lokasi kantor ekspedisi tersebut sekitar 100 meter. Tidak lama kemudian, pelaku kembali ke kantor ekspedisi J&T dan menemui petugas yang sebelumnya berinteraksi dengannya," kata Iptu Kevin Ramadhan dalam rilis Humas Polres Gresik.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada pelaku maupun korban, kami tegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses pendalaman oleh petugas,” imbuhnya.
Polres Gresik juga menegaskan, komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk aksi premanisme di wilayah hukum Kabupaten Gresik.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kejahatan premanisme. Jika ada yang mencoba melakukan tindakan melawan hukum, akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 110 atau melalui Lapor Cak RAMA di nomor 0811-8800-2006.
"Kami menghimbau kepada seluruh warga Gresik bila mengetahui atau mengalami tindak pidana silahkan hubungi call 110 atau Lapor Cak RAMA di 081188002006 ," pungkasnya.
(SURYAMALANG.COM/Mochammad Sugiyono)
Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> News.google.com
| Kapal Pemuat 3 Ton Besi Tua Tenggelam di Perairan Gresik, Satu ABK Tewas dan Dua Lainnya Hilang |
|
|---|
| Modus 3 Penipu Berkedok MBG Tertangkap di Terminal Arjosari Malang, Bawa Kabur Barang COD Rp52 Juta |
|
|---|
| Damkar Bantu Proses Pemakaman Wanita dengan Bobot 400 Kg di Kecamatan Cerme Gresik |
|
|---|
| Otak SK ASN Palsu Gresik Tertangkap di Kalimantan Tengah, Tipu 14 Korban hingga Rp1,5 Miliar |
|
|---|
| Keberadaan Antoni Otak SK ASN Palsu Terendus Polres Gresik, Kini Terdeteksi Kabur ke Kalimantan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Warga-Gresik-Ancam-Petugas-Ekspedisi-dengan-Celurit-Gara-Gara-Pinjam-Charger-Ditolak.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.