Insiden AirAsia QZ8501
Brimob Polda Jatim Jaga Ketat Proses Identifikasi
Proses identifikasi korban AirAsia dijaga ketat Polda Jatim. Terdiri dari dua pleton shabara, satu pleton provost, dan satu pleton brimob.
SURYA Malang, SURABAYA - Proses identifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501 mendapat pengawalan ketat dari Polda Jatim. Selama proses identifikasi berlangsung, Polda mengerahkan empat pleton.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono menyebutkan, empat pleton tersebut terdiri dari dua pleton shabara, satu pleton provost, dan satu pleton brimob.
Empat pleton ini disiagakan di beberapa lokasi, seperti posko antemortem, dan ruang identifikasi di RS Bhayangkara.
"Siapa yang masuk, sangat selektif. Tidak semua orang bisa masuk," kata Awi, Kamis (1/1/2015).
Menurutnya, ketentuan ini juga berlaku bagi jurnalis yang ingin menggali informasi, terutama di ruang identifikasi.
Identifikasi jenazah termasuk ranah privasi. Sebab, petugas harus memeriksa seluruh bagian tubuh.
Agar proses identifikasi ini tidak terganggu, Polda menyiapkan ruang khusus keluarga dan jurnalis secara terpisah.
Dia berharap keluarga dan jusnalis menunggu di tempat yang telah disediakan.
"Nanti hasilnya akan kami umumkan," pungkas Awi.
(M Zainuddin)