Kamis, 9 April 2026

Arema Cronus

Manajemen Arema dan Aremania Bersatu Perangi Dunia Maya

Di dunia maya, jersey baru yang memunculkan loga Arema tanpa tulisan 11 Agustus 1987 itu menuai protes.

Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Manajemen Arema Cronus dan Aremania bertatap muka dan berkumpul di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Minggu (22/2/2015). Mereka melakukan diskusi dan menyatakan tekad bersatu melawan serangan kepada tim Singo Edan dari dunia maya.

Maklum, setelah launching jersey baru Arema Cronus pada 15 Februari 2015 lalu, kecaman bertubi-bubi kepada Arema mengalir deras. Di dunia maya, jersey baru yang memunculkan logo Arema tanpa tulisan 11 Agustus 1987 itu menuai protes.

Di jersey baru Singo Edan, logo tulisan 11 Agustus 1987 diganti dengan kalimat Salam Satu Jiwa.

"Kami kumpulkan Aremania untuk memberikan jawaban atas pertanyaan soal jersey dan logo," kata Iwan Budianto, CEO Arema seperti dikutip di Bolanews.com, Minggu (22/2/2015).

Saat berdiskusi dengan Aremania, Iwan Budianto didampingi Abdul Haris (Ketua Panpel), Sudarmaji (Media Officer ), dan Eko Prasetyo (Legal Arema).

"Untuk warna kuning itu bukan politisasi. Tapi, murni bisnis. Sebenarnya, musim ini justru warna kuning berkurang karena dua musim lalu kami punya jersey kunimg polos. Namun, suporter tidak melakukan protes keras," lanjut Iwan.

Untuk logo, "Salam Satu Jiwa" dimasukkan karena alasan tersendiri.

"Kalau itu tujuannya untuk menduniakan salam, sekaligus mematenkannya. Kami tidak mungkin menghilangkan tanggal lahir klub karena semua sudah tahu perayaan ulang tahun klub tanggal 11 Agustus," imbuh mantan manajer Persik Kediri ini .

Setelah bediskusi, manajemen Arema dan Aremania bertekada memerangi serbuan dunia maya yang menjelekan tim kebanggan warga Malang Raya ini,

"Yang hanya berkoar di dunia maya tidak ada suaranya sekarang," kata Zaenudin Yusrin salah satu pentolan Aremania.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved