Jumat, 10 April 2026

9 Bulan, Tumor Mata Sobikul Terus Membesar dan Tak Tersentuh Dokter

Tumor sudah sebesar dua kali kepalan orang dewasa. Bahkan, benjolannya sudah menjulur ke depan sepanjang 6,5 cm. Benjolan itu sampai ketarik ke bawah

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Tumor mata Sobikul, anak asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur terus membesar 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sabikul Khoirot, penderita tumor mata asal Dusun/Desa Pandanarum RT 02/RW 02, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini sepertinya bakalan tak tersentuh dokter. Sebab, orangtuanya justru tak membolehkan anaknya dibawa ke rumah sakit oleh dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar.

Padahal, tumor yang dialami bocah berusia 3 tahun, 8 bulan itu, sudah sebesar dua kali kepalan orang dewasa. Bahkan, benjolannya sudah menjulur ke depan sepanjang 6,5 cm. Mungkin, saking beratnya benjolan itu sampai ketarik ke bawah, mendekati mulutnya.

"Iya, kami dan tim, sudah mendatangi ke rumahnya, dengan membujuk orangtuanya, agar membolehkan anaknya dibawa ke rumah sakit (RSUD Ngudi Waluyo Wlingi). Namun, orangtuanya tetap ngotot tak membolehkan. Bahkan, tak sekali kami datang, membujuknya namun selalu gagal," kata dr Yuni Sri Wulandari, sekretaris dinas (Sekdin) Kesehatan Kabupaten Blitar.

Kanifah, ibunya, mengaku terus terang, memang anaknya tak dibolehkan dibawa ke RS. Alasannya, karena ia trauma dengan kejadian yang menimpa anak perempuannya, Khamidah, yang tak lain kakak Sabikul.

Menurutnya, Khamidah meninggal dunia karena mengalami penyakit yang sama. Saat itu almarhum tiada pada usia 3,5 tahun. Katanya, sehabis dioperasi, anaknya meninggal dunia.

"Saya takut dan trauma, dengan pengalaman anak saya yang meninggal dunia dulu itu. Nyawanya tak bisa ditolong. Mending, anak saya saat ini kami bawa berobat alternatif saja ke Tulungagung," tuturnya.

Sejak diobatkan alternatif tiap hari Sabtu, Kanifah mengaku, kondisi anaknya terlihat agak membaik. Katanya, saat ini sudah tak rewel lagi seperti dulu. Di antaranya, tak selalu menangis karena menahan sakit, dan kini malah bisa tidur nyenyak.

"Soal benjolannya itu ada yang mengering dan mengelupas sedikit-sedikit. Semoga, dengan cara pengobatan ini, anak saya bisa sembuh," ungkapnya.

Seperti diketahui, Sabikul, adalah anak pasangan dari Romdoni (40) dan Kanifah (35). Ia diketahui sudah sembilan bulan menderita tumor mata (kanker mata).

Akibatnya, mata kanannya tak bisa dipakai melihat benda di sekitarnya karena tertutup benjolan daging. Termasuk, kelopak matanya juga sudah tak terlihat karena ikut ketarik benjolan.

Menurut Kanifah, penyakit ini diawali dengan gejala tubuhnya panas, kedua matanya kemerahan dan gatal. Setelah itu, muncul seperti bisul di matanya dan cepat membesar. Karena gatal, sehingga digaruk, hingga kadang keluar air keruh, tapi bukan nanah.

(Imam Taufiq)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved