Breaking News
Senin, 13 April 2026

Kesehatan

Bayi Kembar Siam Asal Sidoarjo Meninggal Setelah Dirawat 15 Hari

"Rahmi 2 meninggal dulu, lalu disusul Rahmi 1. Mereka meninggal karena mengalami sesak nafas,"

Editor: fatkhulalami
SURYA/Ahmad Zaimul Haq
Meninggal- Bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdominalis) asal Sidoarjo berada di ruang NICU IGD RSUD Dr Soetomo, Senin (23/3/2015). Bayi kembar siam pasangan suami istri ER dan RM lahir dengan berat 5000 gram dan miliki panjang yang berbeda, yaitu 90 cm dan 75 cm pada hari Minggu (22/3/2014) pada pukul 09.30 di RS Jasem Sidoarjo ini akhirnya meninggal, Senin (6/4/2015). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bayi kembar siam asal Sidoarjo, Jawa Timur meninggal dunia Senin (6/4/2015) sekitar pukul 04.00. Bayi kembar itu sudah mendapat perawatan selama 15 hari di Ruang NICU IGD lantai 2 Rumah Sakir Umum (RSUD) Dr Soetomo Surabaya.

Kepala Pelayananan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto menjelaskan, jika Rahmi 2 meninggal lebih dahulu. Selanjutnya, selang 5 menit disusul Rahmi 1 yang menghembuskan nafas terakhir.

"Rahmi 2 meninggal dulu, lalu disusul Rahmi 1. Mereka meninggal karena mengalami sesak nafas," ujar dr Agus Harianto, Senin (6/4/2015).

begitu meninggal, keduanya segera dimandikan dan dibawa pulang ke Kauman, Sidoarjo pada pukul 09.0. Jenazah diantar menggunakan mobil ambulance RSUD Dr Soetomo.

ER, ayah bayi kembar siam dempet perut dan dada ini menolak, jika anaknya di otopsi. Dia lebih memilih membiarkan anaknya terkubur di liang lahat dalam keadaan seperti sejak dilahirkan (dempet).

dr Agus menambahkan, jika bayi kembar siam ini mengalami penurunan pernafasan. Pernafasan Rahmi 1 sebanyak 60 kali permenit, dan Rahmi 2 sebanyak 40 kali permenit.

"Sejak awal, kami sudah memprediksi mereka tidak survive (hidup lama), namun kami optimis untuk merawat mereka semaksimal mungkin," pungkas dr Agus.

(Sany Eka Putri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved