Kesehatan
Bayi Kembar Siam Asal Sidoarjo Meninggal Setelah Dirawat 15 Hari
"Rahmi 2 meninggal dulu, lalu disusul Rahmi 1. Mereka meninggal karena mengalami sesak nafas,"
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bayi kembar siam asal Sidoarjo, Jawa Timur meninggal dunia Senin (6/4/2015) sekitar pukul 04.00. Bayi kembar itu sudah mendapat perawatan selama 15 hari di Ruang NICU IGD lantai 2 Rumah Sakir Umum (RSUD) Dr Soetomo Surabaya.
Kepala Pelayananan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto menjelaskan, jika Rahmi 2 meninggal lebih dahulu. Selanjutnya, selang 5 menit disusul Rahmi 1 yang menghembuskan nafas terakhir.
"Rahmi 2 meninggal dulu, lalu disusul Rahmi 1. Mereka meninggal karena mengalami sesak nafas," ujar dr Agus Harianto, Senin (6/4/2015).
begitu meninggal, keduanya segera dimandikan dan dibawa pulang ke Kauman, Sidoarjo pada pukul 09.0. Jenazah diantar menggunakan mobil ambulance RSUD Dr Soetomo.
ER, ayah bayi kembar siam dempet perut dan dada ini menolak, jika anaknya di otopsi. Dia lebih memilih membiarkan anaknya terkubur di liang lahat dalam keadaan seperti sejak dilahirkan (dempet).
dr Agus menambahkan, jika bayi kembar siam ini mengalami penurunan pernafasan. Pernafasan Rahmi 1 sebanyak 60 kali permenit, dan Rahmi 2 sebanyak 40 kali permenit.
"Sejak awal, kami sudah memprediksi mereka tidak survive (hidup lama), namun kami optimis untuk merawat mereka semaksimal mungkin," pungkas dr Agus.
(Sany Eka Putri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bayi-kembar-asal-sidoarjo-jantung-satu.jpg)