Jagad Aneh
Keasyikan Main Candy Crush Saga, Jempol Orang ini Harus Dioperasi
..Dokter di rumah sakit menyebut, tendon dari jempol pria tersebut terkoyak, sehingga jempol kirinya tak lagi bisa digerakkan sama sekali.
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, CALIFORNIA -Memang benar adanya kalau ada yang bilang game bisa membuat orang lupa dunia.
Sudah ada beberapa kasus manusia harus menanggung akibat fatal gara-gara lupa waktu dan lupa makan hanya karena keasyikan bermain game.
Yang terbaru, seorang pria di California, Amerika Serikat, mengalami luka serius di jempolnya, gara-gara keasyikan main Candy Crush Saga.
Candy Crush adalah game puzzle di smartphone yang saat ini tengah populer.
Sebagaimana dilaporkan oleh The Huffington Post pada 13 April 2015, saking asyiknya main Candy Crush, pria 29 tahun itu sampai-sampai tak merasakan sakit meski tendon (urat) di jempolnya terkoyak.
Padahal, sejumlah dokter mengatakan, terkoyaknya tendon bisa mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa.
"Kita semua harus waspada, bahwa video game itu seperti candu dan penghilang rasa sakit digital," kata Dr Andrew Doan, pakar kesehatan di Naval Medical Center San Diego yang melaporkan kasus tersebut.
Adapun korban, datang ke dokter setelah merasakan jempol kirinya sakit. Kepada dokter, dia mengeluh kesakitan setiap menggerakkan jempolnya itu.
Ketika dokter bertanya apa yang baru ia lakukan, ia mengatakan tak ada aktivitas 'berat' apapun, kecuali terus-terusan memainkan Candy Crush Saga di smartphone miliknya.
Yang jadi masalah, ia bermain game itu sepanjang enam sampai delapan minggu terakhir.
Pria itu bermain game tersebut dengan tangan kiri, sementara untuk aktivitas lain, dia mengunakan tangan kanan.
"Saya main game ini sebenarnya hanya iseng, tapi memang saya lakukan terus-terusan," kata pria tersebut, sebagaimana tertera dalam laporan kasus rumah sakit.
Setelah melakukan MRI, dokter di rumah sakit menyebut, tendon dari jempol pria tersebut terkoyak, sehingga jempol kirinya tak lagi bisa digerakkan sama sekali.
Untuk menyembuhkannya, dia pun harus menjalani operasi.
"Orang-orang harus membatasi main game, maksimal selama 30 menit per hari. Penelitian menunjukkan membatasi main game, misal selama satu jam per hari, bisa memberikan efek hubungan sosial dan emosional yang positif," kata Dr Andrew Doan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/candy-crush-ilustrasi_20150415_162329.jpg)