Sabtu, 11 April 2026

Lamongan

Jebol Tembok dan Kuras Brankas, Penjahat ini Juga Curi Celana Dalam

Tak hanya membawa uang, para pelaku juga membawa puluhan pak rokok, kosmetik, lampu bola Philips, kaos dalam dan celana dalam.

Editor: fatkhulalami
surya/Hanif Manshuri
Seorang karyawan Alfa Mart di Lamongan menunjukan brangkas yang dirusak kawanan penjahat, Senin (20/4/2015). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Pembobolan minimarket terus terjadi di Lamongan, Jawa Timur. Kali ini terjadi di swalayan Alfa Mart di jalan raya Desa Pandanpancur, Kecamatan Dekat, Lamongan dibobol penjahat, Senin (20/4/2015).

Para pelaku menggondol uang Rp 8,5 juta dari dalam brankas, setelah merusak dengan pengungkit linggis.

Tak hanya membawa uang, para pelaku juga membawa puluhan pak rokok, kosmetik, lampu bola Philips, kaos dalam dan celana dalam.

Pelakunya diperkirakan lebih dari dua orang setelah dilakukan olah TKP polisi, Senin (20/4) siang. Data yang diperoleh Surya, Senin (20/4/2015) saat bersama Kabag Ops Kompol Arif Mukti, Kasat Reskrim AKP Ponzi Indra dan sejumlah petugas identifikasi menunjukkan, pelaku masuk dengan cara menjebol dua tembok di bagian belakang.

Jadi, para pelaku masuk dari belakang toko yang berbatasan dengan double track. Di tempat itu memang suasana gelap karena di belakang minimarket yang dibatasi pagar tembok itu rimbun ditumbuhi semak belukar.

Pelaku membobol tembok pagar dengan diameter 80 cm persegi.
Begitu berhasil menjebol pagar tembok, pelaku kemudian menjebol tembok kedua, yakni bangunan toko swalayan dengan lebar yang sama persis dengan lubang pertama pagar tembok.

Dua tembok yang dilubangi para pelaku itu sejajar lurus dengan lokasi brankas yang di tanam di tembok ketiga.

Para pelaku nampak leluasa beroperasi di dalam toko, karena server rekaman CCTV juga diembat pelaku.

Cara ini dipastikan agar wajah dan jejak para pelaku tidak dikenali.

"Servernya diambil pelaku. Jadi tidak bisa dilihat hasil rekamannya. Padahal CCTV selalu aktif," ungkap saksi, Ahmad Zunaidi (25) yang juga karyawan Alfa Mart kepada petugas yang melakukan olah TKP.

Begitu yakin aksinya tidak terekam CCTV, para pelaku kemudian merusak brankas yang tertanam di tembok ketiga bangunan toko.

Kondisi brankas rusak parah, pintunya sampai lepas dan dibagian pojok kanan atas brankas juga berlubang yang dipastikan akibat terkena hantaman linggis yang dibawa pelaku.

Para pelaku tergolong sangat piawai dan tidak meninggalkan jejak apapun, termasuk tidak adanya alat bukti dan barang bukti yang tertinggal di dalam toko.

Polisi hanya menemukan botol bekas minuman berenergi yang diduga isinya habis setelah diminum pelaku.

Para pelaku kelaur melalui dua lubang tembok yang sama mereka pakai masuk menuju tempat sasaran.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved