Jendela Dunia
Tak Bisa Diamkan Bayi, Satu Keluarga Diusir dari Pesawat
"Sungguh tidak bisa dipercaya. Anak saya ini disamakan seperti teroris saja. Saya ini sudah berusaha keras untuk mendiamkan anak saya,"
SURYAMALANG.COM, TEL AVIV -Maskapai penerbangan asal Belanda, Transavia, jadi sorotan netizen baru-baru ini.
Dalam satu penerbangan mereka di Tel Aviv, Israel, kru pesawat mengusir satu keluarga, karena bayi mereka, menangis terus di pesawat.
Dilansir oleh The Mirror, Sabtu (25/4/2015), bayi 1,5 tahun yang bernama Sarina Aziz itu adalah anak dari Ariella dan Mark Aziz, warga London.
Sarina tiba-tiba menangis saat pesawat yang mereka tumpangi menunggu lepas landas.
Si kecil Sarina menangis karena dia tidak mau duduk di pangkuan orangtuanya seperti yang diminta pramugari pesawat Transavia Airlines.
Mark Aziz mengatakan bahwa dirinya sudah mengikuti instruksi pramugari. Sarina tadinya duduk di kursinya sendiri namun pramugari meminta orangtua Sarina untuk memangku Sarina.
"Kami menuruti permintaan pramugari namun Sarina tidak mau dan mulai menangis. Lalu ada seorang pramugari yang mendatangi kami sambil marah-marah dan tidak membantu sama sekali," kata Mark.
Setelah itu, kru pesawat mengusir paksa keluarga tersebut.
Salah seorang pramugari kemudian memanggil pilot, setelah itu ada polisi yang menurunkan mereka dari pesawat.
"Sungguh tidak bisa dipercaya. Anak saya ini disamakan seperti teroris saja. Saya ini sudah berusaha keras untuk mendiamkan anak saya," kata Mark Aziz.
Sementara, juru bicara Transavia, mengatakan bahwa mereka terpaksa mengusir keluarga tersebut karena Sarina tidak bisa mengikuti instruksi.
"Kami tidak bisa membawa penumpang yang tak mematuhi instruksi keselamatan," kata jubir Transavia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-nangis_20150425_165623.jpg)