Rabu, 8 April 2026

Sumenep

Balita ini Tewas di antara Puing Rumahnya yang Ambruk

Tubuh kecilnya ditemukan sudah tak bernyawa di antara puing-puing rumah tuanya yang sudah hancur. Ya Allah. Kasihan betul

Editor: faiq nuraini
surya/antara
ILUSTRASI rumah ambruk di Sumenep yang menewaskan balita. 

SURYAMALANG.COM, SUMENEP – Tragis mengiringi kematian Ardiansyah, bocah yang baru berusia lima tahun. Dia tewas tertimpa reruntuhan rumahnya yang ambruk di Desa Kalinganyar, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Tubuh kecilnya ditemukan sudah tak bernyawa di antara puing-puing rumah tuanya yang sudah hancur. Dia tewas setelah rumahnya yang rapuh itu tak kuat menahan guyuran hujan deras.

Selain menewaskan balita Ardiansyah, rumah ambruk akibat guyuran hujan deras itu juga membawa korban orangtua Ardiansyah. Ayah dan Ibunya, Masuri (35) dan Siti (30) luka serius dan dibawa ke Puskesmas setempat.

Peristiwa ini sebenarnya terjadi Sabtu (25/4/2015) siang kemarin. Duka mendalam mengiringi kepergian Ardiansyah yang merupakan anak satu-satunya Masuri.

”Mereka tertimbun reruntuhan rumah saat ketiganya tertidur di dalam kamar,” terang AKP Sakrani, Kapolsek Kangean.

Dikatakan, rumah korban memang tergolong tua dan kurang layak untuk dihuni. Tapi karena kondisi ekonomi mereka pas pasan, rumah tersebut tidak diperbaiki dan tetap ditempati bersama keluarganya.

Akibatnya, saat terjadi hujan deras selama sehari semalam, tembok penyangganya tidak kuat dan roboh. Sementara penghuni yang terlelap dalam kamar tidak bisa menyelamatkan diri. (Mohammad Rivai)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved