Rabu, 8 April 2026

Kediri

Tak Kuat Bayar Dosen, Kampus di Kediri ini Terancam Tutup

Dikti memberi status nonaktif untuk Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Jumlah mahasiswa di kampus ini tidak sebanding dengan jumlah dosen.

Editor: faiq nuraini
surya/didik mashudi
RESAH - Suasana di kampus UNP Kediri begitu kampusnya dinyatakan nonaktif di web Dikti. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) memberi status nonaktif untuk Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Penontaktifan itu jelas terpampang di website Dikti.

Kondisi ini berdampak pada situasi di kampus yang berlokasi di Kota Kediri tersebut. Seluruh mahasiswa mempertanyakan ke rektorat.

"Masalah yang terjadi di UNP ini sebenarnya sudah muncul sejak 2013. Waktu itu pimpinan berjanji menyelesaikan, tapi sekarang hasilnya malah status nonaktif," ungkap Hafid, aktifis Dewan Perwakilan Mahasiswa UNP Kediri, Rabu (29/4/2015).

Status nonaktif ini sebenarnya telah berlangsung sejak 9 April 2015. Namun masalah ini baru terungkap ke permukaan melalui di jejaring sosial media dalam dua hari terakhir.

Salah satu penyebab status nonaktif karena jumlah mahasiswa di UNP tidak sebanding dengan jumlah dosennya. "Perbandingan dosen dengan mahasiswa di tempat kami rasionya 1 : 100 lebih mahasiswa," ujarnya.

Akibat rasio yang tidak ideal itu, pelaksanaan kuliah menjadi kurang efektif. Termasuk ruangan kuliah juga kurang nyaman karena satu kelas dipenuhi sampai 40 mahasiswa.

Keresahan sama juga dirasakan Kusnia dan Yasin terkait statusnya pasca lulus kuliah. "Teman-teman masih merapatkan barisan sebelum mempertanyakan masalah ini ke rektor," ungkapnya.

Penonaktifan UNP Kediri dilansir dalam website, www.dikti.go.id. Penyebab lahirnya keputusan itu karena rasio perbandingan antara dosen tetap dengan jumlah mahasiswa tidak ideal.

Sesuai ketentuan Permendikbud No 49/2014 rasio ideal dosen mahasiswa jurusan eksak adalah 1 : 30, dan jurusan sosial dosen mahasiswa adalah 1 : 45.

Sementara berdasarkan data di website dikti, rasio perbandingan antara dosen dan mahasiswa 1 : 100. Bahkan program studi (prodi) Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD 1 : 300.

Rektor UNP Samari menjelaskan status nonaktif tidak lama lagi akan menjadi aktif kembali. "Kami sudah mengurus masalah ini dengan pihak Kopertis, rencananya besok kami akan bertemu," jelas Samari.

Menurutnya, di Jatim ada sekitar 30 PTS pada saat bersamaan juga mendapatkan status nonaktif. Diakui Samari saat ini pihaknya memang kekurangan tenaga dosen. (Didik Mashudi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved