Kamis, 9 April 2026

Ibu dan Anak Tewas Bareng

Soal Kasus Hariyadi Bunuh Ibunya Sebelum Bunuh Diri, Ini Keterangan Polisi

“Semua kemungkinan bisa terjadi. Bisa saja korban tewas dibunuh atau tewas keracunan. Untuk pastinya, kami menunggu hasil uji laboratorium dan visum,"

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Petugas mengevakuasi jenazah Hariyadi (57) dan Rembati (79), anak dan ibu yang diketemukan tewas dalam rumahnya di Jalan Sumbersekar, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (8/5/2015). 

SURYAMALANG.COM, LAWANG – Satreskrim Polres Malang masih belum mengetahui penyebab kematian Rembati (79) dan Hariyadi (57).

Ibu dan anak yang tinggal di jalan Sumbersekar RT 003 RW 005 Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, itu ditemukan tewas secara tidak wajar di dalam rumah, Jumat (8/5/2015).

Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto mengatakan, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian ibu dan anak. Tetapi, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bekas muntahan di lokasi. Menurutnya, sebelum meninggal, korban sempat muntah-muntah.

“Untuk mengetahui ada indikasi keracunan apa tidak, kami menunggu hasil uji laboratorium dan visum dokter. Kami juga menemukan jajanan pasar, kopi, dan makanan lain di lokasi. Semuanya kami kirim ke Labfor,” katanya di lokasi kejadian.

Dikatakannya, saat melakukan olah TKP, polisi tidak menemukan barang rusak di rumah korban. Barang-barang di rumah korban juga tidak ada yang hilang.

“Makanya, kami tidak berani berspekulasi soal penyebab kematian korban. Tunggu hasil uji laboratorium dulu saja,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat menyatakan kematian korban memang tidak wajar. Hal itu bisa dilihat dari lokasi korban meninggal.

Korban meninggal memang dalam satu rumah. Tetapi lokasi korban meninggal berjauhan. Satu korban meninggal di kursi dekat dapur, sedangkan satu korban lainnya meninggal di teras bagian samping rumah. Ia memperkirakan kedua korban tewas sudah lebih dari 24 jam.

“Semua kemungkinan bisa terjadi. Bisa saja korban tewas dibunuh atau tewas keracunan. Untuk pastinya, kami menunggu hasil uji laboratorium dan visum dokter,” katanya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan Hariyadi membunuh ibunya dulu lalu bunuh diri meminum racun, Wahyu enggan berspekulasi. Ia malah sempat membantah hal itu.

Sebab, Hariyadi merupakan anak yang paling sayang dengan ibunya. Makanya sampai sekarang Hariyadi tetap tinggal satu rumah bersama ibunya.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, Rembati dan Hariyadi sudah dua hari tidak terlihat ke luar rumah. Lampu di rumah Rembati juga mati dalam dua hari itu. Biasanya, tiap hari, Hariyadi berangkat ke musala dekat rumahnya untuk salat magrib.

Maimunah (70), tetangga yang sering membantu korban mengatakan pada Rabu (6/5/2015) pagi masih bertemu dengan Rembati di rumahnya. Maimunah disuruh Rembati untuk membelikan minyak goreng, tepung, dan dedak (pakan ternak). Malah, Rembati juga sempat minta dibelikan rawon.

“Saya memang biasa disuruh belanja sama Bude (panggilan akrab Rembati). Tiap hari saya yang disuruh belanja sama Bude,” katanya.

Pada Kamis (7/5/2015), Maimunah juga datang ke rumah Rembati. Tetapi, Maimunah tidak masuk ke rumah. Dia hanya melihat Hariyadi, anak Rembati, duduk di kursi ruang tengah rumah itu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved