Surabaya
Aditya, Mahasiswa Unair Tewas Dikeroyok Gerombolan Pembalap Liar
korban mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dari arah timur. Dia memperkirakan laju mobil korban sekitar 100 KM/jam.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Aditya Wahyudi (24) menjadi korban pengkroyokan puluan pembalap liar di jalan Bung Tomo, Selasa (2/5/2015).
Seorang mahasiswa yang juga Disc Jokey (DJ) di sebuah diskotik Surabaya itu, merupakan warga yang tinggal di Perumahan TNI AL di Desa Sawotratap, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Adit mengalami luka memar di dagu, dan wajah sisi kanan. Kepala bagian belakang Adit juga robek sepanjang 5 centimeter.
Seorang saksi, Irfan (27) mengaku, melihat langsung kejadian itu. Ada dua gelombang kawanan pebalap liar yang mengeroyok korban. Diperkirakan ada sekitar 30 orang yang mengendarai motor.
"Pelaku mengambil barang apa saja untuk memukul korban," kata Irfan.
Irfan menjelaskan, korban mengendarai mobil Suzuki X Over W 1233 RG saat dikeroyok.
Diduga korban berusaha menghindari amukan massa setelah menyerempet gerombolan pebalap liar.
Irfan menyatakan, korban mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dari arah timur. Dia memperkirakan laju mobil korban sekitar 100 KM/jam.
Saat tiba di perlintasan kereta api (KA) di jalan Bung Tomo, korban tidak mengurangi laju kendaraannya. Padahal perlintasan KA lebih tinggi sekitar 50 centimeter dari badan jalan. Akibatnya mobil warna merah itu melayang di udara.
"Saya tidak tahu mobilnya melayang berapa centimeter dari permukaan jalan," kata Irfan.
Bumper mobil langsung membentur aspal. Laju mobil tidak sempurna setelah benturan itu. Mobil melaju ke kiri dan baru berhenti setelah menabrak pohon.
"Setelah menabrak pohon, mobilnya berputar sampai menghadap utara," tambahnya
Aditya adalah anak tunggal dari pasangan suami istri, almarhum Susanto dan Chindar Prihatin. Selama ini Aditya tinggal bersama ibunya yang sudah berusia 56 tahun di rumahnya.
Di rumah bercat putih tersebut, keluarga ini juga memiliki beberapa kamar kos di bagian belakang rumah.
“Aditya itu mahasiswa hukum di Unair (Universitas Airlangga) Surabaya. Dia juga nyambi bekerja sebagai DJ di diskotik,” ujar seorang kerabat Aditya di rumah duka.
Ya, beberapa saat setelah kejadian, sejumlah kerabat dan tetangga berdatangan di rumah duka. Sebuah tenda berukuran besar dipasang persis di depan rumah, di jalan perumahan itu juga berjejer puluhan kursi plastic yang sengaja disediakan untuk para pelayat yang datang.
(M Zainuddin/M Taufik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/aditya-korban-kroyok_20150602_154903.jpg)