Minggu, 12 April 2026

Blitar

Pekerja Bangunan Dituduh Punya Ilmu Santet, Disumpah Pocong, Tapi Batal

Cholil terlihat syock. Ia tak menyangka kalau dirinya sampai dituduh menyantet tetangganya. Menurutnya, dirinya tak bisa apa-apa.

Editor: fatkhulalami
Getty Images
Massa di Blitar yang hendak menyaksikan sumpah pocong sudah berkumpul, tapi sumpah pocong akhirnya dibatalkan polisi 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Puluhan warga Desa Gamprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur sudah berdatangan ke masjid desa setempat, Jumat (5/6/2015), untuk menyaksikan rencana pelaksanaan sumpah pocong.

Namun, di saat segala persiapannya sudah disiapkan, mendadak dibatalkan oleh Polres Blitar.

Padahal, Polres Blitar sendiri sejak pagi sudah menyiagakan satu pleton Dalmas, untuk berjaga-jaga di lokasi pelaksanaan sumpah pocong tersebut.

"Itu karena perangkat setempat sudah berhasil melobi kedua bela pihak yang berkonflik. Namun demikian, kami tetap akan memantaunya, jangan sampai keduanya bersitegang kembali," kata AKBP Muji Ediyanto, Kapolres Blitar, Jumat (5/6/205).

Abdul Muntolib (48), Kades Gaprang, mengatakan, kedua bela pihak yang berselisih sudah didamaikan. Sepertinya, mereka sudah bisa diajak berkomunikasi, agar tak melanjutkan rencana sumpah pocong.

"Mereka, sudah kami datangi ke rumahnya masing-masing. Tujuannya, agar jangan terjadi sumpah-sumpahan, baik sumpah pocong atau sumpah dengan Al Quran," kata Muntolib.

Diceritakan Muntolib, rencana sumpah pocong itu karena tak ada jalan lain, untuk menyelesaikan perselisihan antara Ahmad Cholil (48), dengan dua warga setempat, Kasturi (40), dan Agus (28). Sebab, entah dari mana sumbernya, Cholil dituduh memiliki ilmu hitam.

Munculnya tuduhan itu berawal dari keluarga mereka sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Yakni, Siti (19), meninggal dunia sekitar 40 hari lalu saat hamil tujuh bulan.

"Entah siapa yang memanas-manasi, akhirnya muncul isu kalau kematian korban akibat kena ilmu hitam. Ujung-ujung, tuduhan itu diarah ke dia (Cholil)," tuturnya.

Ditambahkan lagi, menurut Muntolib, tak lama kemudian, ada warga yang sedang sakit keras, yakni Marsiti (27), istrinya Agus. Di saat badannya panas, ia mengigau dan katanya, menyebut-nyebut nama Cholil.

"Akhirnya, tuduhan ke dia (Cholil) kian kuat dan jadi perbincangan warga," paparnya.

Puncaknya, menurut Muntolib, keluarga kedua orang itu, bahkan akan menggeledah rumah Cholil. Namun, itu berhasil dicegah petugas Polsek Kanigoro.

"Karena tak bisa didamaikan, akhirnya muncul wacana, untuk dilakukan sumpah pocong. Sebab, dia sendiri (Cholil) juga bersedia disumpah pocong. Itu karena ia ingin membuktikan, kalau dirinya nggak melakukan sesuatu seperti yang dituduhkan warga," paparnya.

Setahu Muntolib, meski Cholil itu pendatang, namun tak diketahui berprilaku aneh. Bahkan, ia dengan tetangga baik.

"Saya sendiri nggak percaya, kalau ia punya ilmu seperti itu (ilmu hitam). Jaman seperti ini kok masih ada orang bisa menyantet," ungkapnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved