Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Diberi Komputer Bekas dari Jepang, Ini Sikap Sekolah Se-Kota Malang

Bantuan perangkat komputer bekas dari Jepang hanya bertahan dalam waktu singkat, kemudian rusak.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Sri Ratnawati, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang mengkaji bantuan barang bekas yang ditawarkan Kedutaan Jepang. Ini seiring saran dari Kepaka Sekolah SMA yang berkumpul di Aula Dindik Kota Malang, Selasa (5/8/2015).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Negeri Kota Malang, Tri Suharno menyarankan, pengkajian penerimaan barang bekas dari Jepang. Karena berdasarkan pengalamannya saat menjabat Kepala SMAN 10 tahun 2001, bantuan perangkat komputer bekas dari Jepang hanya bertahan dalam waktu singkat, kemudian rusak.

"Waktu itu Kedutaan Jepang memberikan bantuan setelah kami mengajukan proposal. Dan bantuan itu di koordinir pemerintah Kabupaten Malang, jadi kami masih trauma kalau harus menerima barang bekas lagi," terangnya.

Menurutnya, pengkajian ini penting, karena saat itu pihak sekolah juga dibebani kargo untuk pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia.

"Namun, masih ada kemungkinan ada barang yang masih layak dan bertahan lama, seperti alat laboratorium mungkin tidak masalah," jelasnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Malang, Mus Umam menjelaskan, kajian ini penting karena jika dipaksakan maka akan merugikan pihak sekolah juga. Jika barang tidak layak maka akan menjadi sampah yang akhirnya sekolah juga memerlukan biaya tambahan untuk membuang sampah.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah SMAN 9 Malang, Hadi Hariyanto mempertanyakan tujuan barang bekas diberikan ke Indonesia. Ia pun menegaskan untuk menjaga harga diri warga Instansi agar tidak sembarangan menerima bantuan barang bekas.

Kepala Bidang Dindik Malang, Sri Ratnawati menjelaskan, tawaran bantuan barang bekas ini diberikan oleh Kedutaan Jepang. Barang-barang yang ditawarkan merupakan barang bekas yang layak pakai.

"Barang-barang yang ingin kami ajukan seperti perangkat komputer, LCD, peralatan laboratorium biologi dan fisika, genset dan lainnya. Sehingga kami meminta data kebutuhan sekolah," terangnya.

Namun, melihat pengalaman dan pertimbangan dari sekolah. Ratna mengungkapkan akan meminta verifikasi kondisi barang bekas yang akan diberikan.

"Kami akan verifikasi ke Kedutaan Jepang. Untuk yang sudah sangat buruk akan kami tolak, kalau masih berfungsi akan kami pertimbangkan," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved