Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Biar Disiplin, Begini Cara Politeknik Negeri Malang Gembleng Mahasiswa Baru

“Peningkatan kualitas disiplin ini selain karena lulusan kelas ini sudah mempunyai prospek lapangan kerja yang jelas,"

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Mahasiswa baru saat melakukan upacara dalam pembukaan Latihan Dasar dan Kedisiplinan Berwawasan Kebangsaan (LDK) di lapangan Polinema, Minggu (9/8/2015). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kelas kerja sama yang digelar Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) menuntut tingkat kedisiplinan yang tinggi dibandingkan kelas reguler.

Untuk itu, Latihan Dasar dan Kedisiplinan Berwawasan Kebangsaan (LDK), untuk kelas GMF lebih diperketat, hal ini dilakukan dengan LDK selama dua minggu di Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) I/105 Tarik, Singosari.

Direktur Polinema, Ir Tundung Subali Patma MT dalam pembukaan LDK di lapangan Polinema, Minggu (9/8/2015) menjelaskan, sebanyak 52 siswa di kelas GMF terbagi menjadi dua jurusan yaitu teknik mesin dan teknik elektro, total keseluruhan siswa GMF yang akan mengikuti LDK yaitu 52 mahasiswa.

“Peningkatan kualitas disiplin ini selain karena lulusan kelas ini sudah mempunyai prospek lapangan kerja yang jelas. Kemungkinan di bandara, dan itu membutuhkan disiplin yang tinggi. Makanya kami melatihnya dari sekarang,” jelas Tundung.

Selain untuk kelas GMF, dikatakannya tahun ini mulai disosialisasi peningkatan disiplin untuk kelas PLN juga.

“Kalau kelas PLN dari dulu sama LDK yang dilakukan seperti reguler, agar tidak kaget mahasiswanya. Baru tahun depan akan kami lakukan untuk LDK selama 2 minggu untuk kelas PLN,” ujarnya.

Untuk kelas reguler, LDK dilakukan mulai Senin (10/8/2015) di lapangan Rampal. Peserta dari reguler ini sebanyak 2.814 orang. Karena jumlah mahasiswa yang banyak, maka LDK mahasiswa reguler dibagi menjadi 3 gelombang. Masing-masing gelombang melaksanakan LDK selama 3 hari.

“LDK bagi mahasiswa baru rutin setiap tahun. Sebelum menginjak proses belajar di kampus, setiap mahasiswa mendapatkan pendidikan disiplin dan penguatan mental,” tegas Tundung.

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan urin oleh Badan Narkotika nasional (BNN). Dikatakan Tundung selama bekerja sama dengan BNN, tidak pernah ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika oleh mahasiswa Polinema. Hingga Polinema mendapatkan anugerah kampus bebas narkoba.

“Kalau memang ditemukan, kesepakatan kami akan kami bina, tidak langsung diberi sanksi,” paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved